Musim Hujan: Kenali Tanda-Tanda Banjir Lebih Dini
- 02 Des 2025 12:40 WIB
- Talaud
KBRN, Talaud: Memasuki musim penghujan sejumlah wilayah di Indonesia kembali dihadapkan pada meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi. Salah satu kejadian yang paling sering muncul adalah banjir terutama di kawasan dataran rendah, permukiman di bantaran sungai, hingga pusat kota yang memiliki sistem drainase kurang memadai.
Meski banjir kerap dianggap terjadi secara tiba-tiba para ahli mengingatkan bahwa terdapat sejumlah indikator alam yang sebenarnya dapat dikenali lebih awal. Informasi ini banyak dibahas dalam berbagai kajian dan artikel ilmiah terkait kebencanaan.
Berikut beberapa tanda awal banjir yang patut diwaspadai masyarakat melansir dari beberapa sumber:
- Debit Sungai Mendadak Meningkat: Ketika aliran sungai yang biasanya landai berubah menjadi lebih deras atau bahkan meluap, kondisi tersebut menunjukkan adanya penumpukan volume air dari wilayah hulu. Situasi ini menjadi sinyal awal bahwa banjir bisa terjadi dalam waktu dekat.
- Muncul Genangan di Lokasi yang Biasanya Kering: Air yang mulai mengumpul di area yang biasanya tidak pernah tergenang seperti jalan utama, lapangan, atau pekarangan menggambarkan bahwa kemampuan tanah menyerap air sudah menurun. Jika genangan cepat meluas risiko banjir pun meningkat.
- Bau Tanah Basah yang Tidak Biasa: Sebelum air meluap sering muncul aroma lumpur yang lebih kuat dari biasanya. Bau ini menandakan bahwa lapisan tanah sudah jenuh air sehingga limpasan permukaan akan lebih mudah terbentuk.
- Suara Gemericik atau Gemuruh dari Selokan: Peningkatan volume air biasanya disertai suara air mengalir cepat di parit atau saluran drainase. Jika suara ini terdengar lebih keras dari kondisi normal itu dapat menjadi tanda bahwa debit air di sekitar permukiman sedang meningkat.
- Air Sumur atau Saluran Tiba-Tiba Menyurut: Fenomena penurunan air secara mendadak mirip gejala pratsunami juga dapat terjadi sebelum banjir. Air yang seolah “menghilang” sesaat menandakan adanya perubahan tekanan air bawah tanah. Tak lama setelah itu permukaan air bisa naik secara cepat.
Dengan mengenali tanda-tanda tersebut masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan mengambil langkah antisipasi seperti memindahkan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi, menyiapkan perlengkapan darurat, serta melaporkan kondisi kepada petugas berwenang melalui nomor darurat yang telah disiagakan pemerintah daerah.