Mengenal Gejala Dermatofibroma, Benjolan Kulit yang Umumnya Jinak
- 07 Mar 2026 14:12 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, TALAUD - Dermatofibroma merupakan salah satu kondisi kulit yang cukup sering ditemukan. Meski terlihat seperti benjolan pada kulit, kondisi ini umumnya bersifat jinak dan tidak berbahaya. Namun, masyarakat tetap perlu mengenali gejala dermatofibroma agar dapat membedakannya dari masalah kulit lain yang mungkin lebih serius.
Dikutip dari alodokter.com sabtu 7 Maret 2026, Dermatofibroma biasanya muncul sebagai benjolan kecil di permukaan kulit. Ukurannya relatif kecil, umumnya kurang dari 1 sentimeter. Benjolan ini terasa padat dan keras ketika disentuh. Warna benjolan pun dapat bervariasi, mulai dari coklat, merah muda, kuning kecoklatan, hingga keabu-abuan.
Pada sebagian besar kasus, dermatofibroma tidak menimbulkan rasa nyeri. Meski demikian, beberapa orang bisa merasakan gatal atau sedikit rasa sakit, terutama ketika benjolan tersebut ditekan atau terbentur. Kondisi ini sering kali membuat penderitanya baru menyadari keberadaan benjolan saat kulit terasa tidak nyaman.
Dermatofibroma paling sering muncul pada beberapa bagian tubuh tertentu, seperti tungkai bawah, lengan, atau punggung. Benjolan ini biasanya hanya muncul satu atau beberapa saja dan tidak menyebar secara luas di tubuh.
Salah satu ciri khas dermatofibroma adalah adanya “dimple sign”. Tanda ini dapat terlihat ketika kulit di sekitar benjolan dicubit, sehingga permukaan kulit tampak sedikit cekung ke dalam. Ciri tersebut sering digunakan sebagai salah satu petunjuk untuk mengenali kondisi ini.
Selain itu, ukuran dan bentuk dermatofibroma umumnya cenderung stabil dari waktu ke waktu. Benjolan tidak mengalami perubahan yang signifikan dan jarang membesar dengan cepat. Kondisi ini juga tidak disertai dengan gejala sistemik seperti demam, penurunan berat badan, atau keluhan kesehatan lainnya.
Meskipun biasanya tidak berbahaya, para ahli tetap menyarankan untuk memeriksakan diri ke tenaga medis apabila benjolan pada kulit berubah warna, cepat membesar, terasa sangat nyeri, atau mudah berdarah. Pemeriksaan medis dapat membantu memastikan apakah benjolan tersebut benar-benar dermatofibroma atau merupakan kondisi kulit lainnya yang memerlukan penanganan lebih lanjut.