Cegah Sariawan agar Puasa Tetap Nyaman
- 11 Mar 2026 13:47 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Puasa di bulan Ramadan merupakan ibadah yang dijalankan umat Muslim dengan menahan makan dan minum dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Meski memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, perubahan pola makan dan minum selama berpuasa dapat memicu beberapa keluhan kesehatan salah satunya sariawan. Kondisi ini kerap membuat aktivitas makan saat sahur dan berbuka menjadi tidak nyaman karena menimbulkan rasa perih di dalam mulut.
Menurut penjelasan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sariawan atau luka pada rongga mulut biasanya muncul pada bagian dalam pipi, bibir, lidah, maupun gusi. Luka tersebut umumnya berbentuk kecil, berwarna putih atau kekuningan dengan bagian tepi yang kemerahan. Walaupun tidak tergolong penyakit serius, sariawan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari terutama saat makan dan berbicara.
Sariawan dapat dipicu oleh berbagai faktor terutama ketika seseorang sedang menjalani puasa. Salah satu penyebab yang cukup umum adalah kurangnya asupan cairan. Ketika tubuh kekurangan cairan, produksi air liur bisa berkurang sehingga mulut menjadi kering. Kondisi ini membuat jaringan di dalam mulut lebih rentan mengalami iritasi.
Selain itu kekurangan vitamin dan mineral juga dapat meningkatkan risiko munculnya sariawan. Asupan nutrisi seperti vitamin B12, vitamin C, zat besi, dan asam folat sangat penting untuk menjaga kesehatan jaringan di dalam mulut. Jika kebutuhan nutrisi tersebut tidak terpenuhi, tubuh lebih mudah mengalami gangguan pada jaringan mukosa mulut yang akhirnya memicu sariawan.
Faktor lain yang juga dapat menyebabkan sariawan adalah luka kecil di dalam mulut. Luka tersebut bisa terjadi akibat tergigit saat makan, penggunaan sikat gigi yang terlalu keras, atau iritasi dari makanan yang terlalu pedas maupun asam. Kebersihan mulut yang kurang terjaga juga dapat memperburuk kondisi tersebut karena bakteri dapat berkembang lebih cepat di rongga mulut.
Gejala sariawan biasanya mudah dikenali, penderita umumnya merasakan nyeri atau perih pada bagian tertentu di dalam mulut. Selain itu akan muncul luka kecil berwarna putih atau kekuningan yang terkadang disertai pembengkakan ringan di sekitarnya. Pada beberapa kasus, rasa nyeri yang muncul dapat menyebabkan nafsu makan menurun.
Untuk mencegah sariawan selama menjalankan ibadah puasa, menjaga kebersihan mulut menjadi langkah yang sangat penting. Menyikat gigi secara teratur setelah sahur dan sebelum tidur dapat membantu mengurangi risiko berkembangnya bakteri di dalam mulut. Penggunaan sikat gigi dengan bulu yang lembut juga disarankan agar tidak melukai jaringan mulut.
Mencukupi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka juga menjadi cara efektif untuk mencegah sariawan. Pola minum yang dianjurkan adalah dengan membagi konsumsi air putih secara bertahap dari waktu berbuka hingga sahur agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Tidak kalah penting, konsumsi makanan bergizi seimbang selama Ramadan juga perlu diperhatikan. Buah dan sayuran yang kaya vitamin dan mineral dapat membantu menjaga kesehatan jaringan tubuh, termasuk jaringan di dalam mulut. Dengan demikian risiko munculnya sariawan dapat diminimalkan.
Jika sariawan sudah terlanjur muncul, beberapa cara sederhana dapat dilakukan untuk meredakan keluhan. Berkumur dengan air garam hangat, menghindari makanan yang terlalu pedas atau asam, serta memperbanyak konsumsi makanan yang lembut dapat membantu mengurangi rasa perih.
Dengan menjaga pola makan, kebersihan mulut, serta kecukupan cairan, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman tanpa terganggu oleh masalah sariawan. Kesadaran untuk menjaga kesehatan selama Ramadan juga menjadi bagian penting agar tubuh tetap bugar dalam menjalankan berbagai aktivitas ibadah.