Pakem Bintan Satukan Perantau Kediri di Tanah Rantau
- 16 Feb 2026 17:00 WIB
- Tanjungpinang
RRI. CO. ID, Bintan - Paguyuban Kediri Manunggal Bintan (Pakem Bintan) lahir dari rasa empati dan kepedulian terhadap sesama perantau asal Kediri, Jawa Timur, yang berada di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Ketua Pakem Bintan, Agus Winarno, menceritakan bahwa awal terbentuknya paguyuban ini bermula dari sebuah musibah yang dialami salah satu warga di Tanjung Uban.
Peristiwa kecelakaan tersebut sempat viral di media sosial karena korban tidak memiliki sanak saudara di Bintan. Setelah ditelusuri, korban ternyata berasal dari Kediri, Jawa Timur. “Dari kejadian itu hati saya pribadi tergerak. Saya berpikir, apa yang bisa saya lakukan untuk membantu sesama warga Kediri di perantauan,” ujar Agus, Senin, 16 Februari 2026.
Melalui relasi dan koordinasi dengan warga Kediri yang berada di wilayah Tanjung Uban, pihaknya berhasil mendata sekitar 30 orang perantau asal Kediri pada saat itu. Rasa kebersamaan dari peristiwa tersebut kemudian menjadi titik awal terbentuknya Paguyuban Kediri Manunggal Bintan pada 29 Januari 2022.
Seiring berjalannya waktu, Pakem Bintan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga berupaya melestarikan seni budaya asal Kediri di tanah rantau. Kini, paguyuban tersebut memiliki Sanggar Budoyo Putro Kediri yang beralamat di Pelabuhan Baru, Teluk Sasah sebagai pusat kegiatan.
“Sanggar ini menjadi tempat kami berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus mengenalkan seni budaya khas Kediri, seperti, jaranan pegon dan barongan kepada masyarakat,” ujarnya.
Saat ini jumlah anggota Pakem Bintan telah berkembang menjadi sekitar 300 orang yang tersebar di berbagai wilayah, seperti, Teluk Sasah, Tanjung Uban, Lagoi, Kijang, hingga Tanjungpinang. Dalam perjalanannya, Pakem Bintan secara rutin mengadakan pertemuan bulanan yang dilaksanakan secara bergiliran di rumah anggota. Kegiatan ini bertujuan mempererat rasa kekeluargaan dan menjaga nilai guyup rukun di antara sesama perantau.
Memperingati hari lahir (Harlah) ke-4, Pakem Bintan menggelar silaturahmi akbar yang dilaksanakan satu kali setiap tahun. Kegiatan tersebut dihadiri warga Pakem dari Bintan, Tanjungpinang, hingga Batam, sekaligus menjadi momentum pagelaran seni budaya. “Meskipun belum memiliki pencapaian dalam bentuk prestasi formal, Pakem Bintan sudah sering terlibat dalam berbagai kegiatan pemerintah, baik di tingkat desa, kecamatan, maupun kabupaten. Bahkan kehadiran kami selalu dinantikan oleh pelaku UMKM dan masyarakat,” tuturnya.
Ke depan, Pakem Bintan berkomitmen memperkenalkan seni budaya Kediri lebih luas lagi kepada masyarakat lokal maupun mancanegara, khususnya melalui kawasan pariwisata Lagoi yang mulai melirik keberadaan komunitas tersebut. Agus berharap, meskipun usia Pakem Bintan masih tergolong muda, paguyuban ini dapat terus eksis dan semakin dikenal melalui berbagai kegiatan seni dan budaya yang konsisten digelar.
“Kami ingin Pakem Bintan semakin jaya, menjadi wadah pemersatu, serta menjaga semangat guyup rukun warga Kediri di Bintan,” ucapnya.