Kegiatan Dhamma Berubah Jadi Forum Edukasi Masa Depan Keluarga
- 26 Feb 2026 11:23 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Momentum bulan Ramadan justru menjadi ruang pembinaan lintas spiritual yang produktif di Kota Gurindam. Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Parjio, melakukan monitoring langsung pelaksanaan Pendalaman Dhamma bagi siswa-siswi Buddha SMK N 1 Tanjungpinang yang digelar di Vihara Guna Vijaya, Rabu 25 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di wilayah Tanjungpinang ini menjadi sorotan karena menghadirkan materi yang dinilai “tidak biasa” untuk kalangan pelajar, yakni pengantar perkawinan bertajuk “Persiapan Menuju Pelaminan.” Kesempatan mengisi ceramah Dhamma diberikan kepada Ketua Pengurus Cabang Magabudhi Kota Tanjungpinang, PMy Tonny, yang membawakan materi secara lugas namun kontekstual dengan kehidupan remaja masa kini.
Topik pra-nikah yang diangkat bukan tanpa alasan. Materi tersebut dipandang sebagai investasi karakter jangka panjang bagi generasi muda Buddha agar mampu membangun keluarga harmonis di masa depan dengan konsep yang dikenal dalam ajaran Buddha sebagai keluarga hitasukhaya (keluarga yang membawa kebahagiaan dan kesejahteraan).
Pendekatan edukatif ini menegaskan bahwa pembinaan keagamaan tidak hanya berhenti pada ritual, tetapi menyentuh aspek kehidupan nyata yang akan dihadapi siswa setelah dewasa. Yang paling mencuri perhatian justru terjadi pada sesi diskusi, para siswa yang biasanya cenderung pasif dan malu bertanya, kali ini menunjukkan antusiasme tinggi.
Puluhan pertanyaan muncul bertubi-tubi, mulai dari kesiapan mental menikah, membangun komunikasi dalam keluarga, hingga tantangan rumah tangga modern. Fenomena ini dinilai sebagai indikator keberhasilan metode penyampaian materi yang relevan dengan kebutuhan generasi muda.
“Pelaksanaan kegiatan di bulan Ramadan juga mempertegas pesan moderasi beragama dan harmonisasi kehidupan berbangsa,” ucap Parjio.
Pembinaan umat Buddha tetap berjalan produktif tanpa mengurangi penghormatan terhadap umat lain yang menjalankan ibadah puasa. Monitoring yang dilakukan pihak Kementerian Agama menjadi bukti komitmen negara dalam memastikan pembinaan keagamaan berjalan efektif, berkualitas, dan menyentuh kebutuhan riil peserta didik.