Belum Ada Kasus, Kepri Tetap Waspada Virus Nipah

  • 02 Feb 2026 18:41 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Virus Nipah. Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus positif di wilayah Kepri, namun karakteristik geografis yang berdekatan dengan negara tetangga menuntut kesiapsiagaan dini, Selasa, 3 Februari 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Moh. Bisri, menjelaskan, bahwa Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis. Dimana awalnya ditularkan dari hewan ke manusia, khususnya melalui perantara kelelawar pemakan buah.

"Virus ini secara alami dibawa oleh kelelawar, penularan bermula ketika manusia mengonsumsi buah yang telah terkontaminasi," ujar Moh. Bisri.

Bisri mengatakan, bahwa infeksi Virus Nipah tidak boleh dianggap remeh, karena memiliki konsekuensi kesehatan yang berat. Gejala yang muncul bervariasi, mulai dari gangguan pernapasan hingga kondisi fatal seperti peradangan otak (ensefalitis).

"Gejalanya bisa berkembang dari ringan hingga akut dan berat," ucapnya.

Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin khusus atau terapi pengobatan yang spesifik untuk menyembuhkan Virus Nipah. Sehingga Penanganan medis yang dilakukan saat ini lebih bersifat suportif dan pemberian antivirus sesuai kondisi fisik pasien.

"Pengobatannya masih bersifat antivirus dan perawatan intensif berdasarkan kondisi pasien, karena belum ada vaksinnya," tuturnya.

Menanggapi instruksi kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan, Dinkes Kepri telah menyiapkan langkah-langkah darurat jika sewaktu-waktu ditemukan kasus di lapangan. Seperti Isolasi Ketat, Tracing Kontak, dan menjaga Protokol Kesehatan.

"Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada," katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita