Kesehatan Mental Remaja Merupakan Perhatian Global

  • 03 Mar 2026 14:31 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID,Tanjungpinang – Salah satu hal yang penting untuk terus ditingkatkan adalah kesadaran masyarakat terhadap kondisi psikologis generasi muda. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, tekanan akademik, serta dinamika sosial yang semakin kompleks, isu kesehatan mental remaja kini menjadi perhatian global.

Praktisi Psikologi, Afitri Susanti mengatakan bahwa menurut data dari World Health Organization (WHO) satu dari tujuh remaja di dunia mengalami gangguan mental. Minimnya literasi kesehatan mental serta stigma sosial membuat banyak remaja enggan mencari bantuan profesional.

“Depresi atau kecemasan itu sering jadi tantangan yang tidak terdeteksi sejak dini,” kata Afitri, Selasa 3 Maret 2026.

Di Indonesia, perhatian terhadap kesehatan mental terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menekankan pentingnya deteksi dini serta penguatan layanan konseling di sekolah.

Program edukasi dan kampanye digital pun digencarkan untuk menjangkau remaja yang aktif di media sosial. Tekanan akademik, perundungan (bullying), serta paparan standar sosial yang tidak realistis di media sosial menjadi faktor utama meningkatnya gangguan kecemasan.

“Ini tentu saja bukan hal yang baru pertama kali kita dengar,” ucapnya.

Dampak pascapandemi juga masih dirasakan oleh sebagian remaja, terutama dalam hal adaptasi sosial dan stabilitas emosi. Para ahli menekankan bahwa dukungan emosional dari keluarga merupakan fondasi utama dalam menjaga kesehatan mental remaja.

Rekomendasi Berita