Perilaku Siswa Mengkhawatirkan, Pemkot Bentengi dengan Ilmu Agama

  • 24 Feb 2026 13:42 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Perilaku siswa di Tarakan saat ini mengkhawatirkan. Ada yang diduga terlibat narkoba, merokok hingga LGBT.

Kekhawatiran itu disampaikan Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes saat membuka Pesantren Kilat Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Baitul Izzah, Islamic Center, Selasa (24/2/2026).

"Kita sangat khawatir dengan perkembangan anak-anak kita saat ini. Anak-anak kita mulai dari tingkat SD, SMP apalagi SMA banyak ditemukan, ya mohon maaf, kadang-kadang ada juga yang menjadi kurir narkoba. Ada juga yang SMP apalagi SD sudah belajar merokok. Bahkan yang paling ngeri saat ini LGBT, penyuka sesama laki-laki, perempuan sama perempuan," ujar Khairul.

Menurut Khairul, perilaku ini terjadi karena pengaruh media sosial yang sangat masif. Di mana sebagian besar generasi muda mudah mengaksesnya.

Kurangnya pembekalan terhadap ilmu keagamaan menjadi salah satu penyebab mudahnya generasi muda terpengaruh dengan perilaku negatif.

"Kondisi ini terjadi karena memang pengaruh media sosial yang luar biasa. Kenapa bisa cepat terpengaruh? Karena memang anak-anak kita tidak dibekali dasar ilmu keagamaan," tutur Khairul.

Karena itu, Khairul mengapresiasi dilaksanakannya Pesantren Kilat Ramadan 1447 Hijriah yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Tarakan berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama Tarakan dan Dinas Pendidkan dan Kebudayaan Provinsi Kaltara Perwakilan Tarakan dan Bunyu.

Kegiatan ini diikuti ribuan siswa dari jenjang SD, SMP dan SMA/sederajat, dibuka Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul M.Kes di Masjid Baitul Izzah, Islamic Center Tarakan, Selasa (24/2/2026).

Khairul berharap melalui kegiatan ini membentangi generasi muda dari perilaku negatif. Kegiatan ini sekaligus menjadi jawaban atas keresahannya selama ini. Sebab Khairul mengaku sudah pernah sampaikan kepada kepala dinas pendidikan sebelumnya, namun baru sekarang terealisasi.

"Ini sebenarnya sudah cukup lama saya sampaikan, rasanya sudah dua kepala dinas sebelumnya. Saya menyampaikan bahwa sekarang untuk mencegah berbagai pengaruh negatif kepada anak-anak kita yang relatif sedang dalam proses perkembangan jiwa dan psikologi, tidak bisa hanya dengan teori, tidak bisa hanya dengan kurikulum mengajar saja. Tapi harus ada kegiatan praktek secara nyata dan menurut saya," ujar Khairul.

"Yang paling penting adalah memberikan anak-anak kita ini pendidikan agama, itu yang paling penting sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Karena kita yakin dan percaya semua agama mengajarkan tentang kebaikan" sambung Khairul.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Tarakan ini meyakini jika generasi muda diperkenalkan agama sejak dini, kelak tidak perlu khawatir apabila melepas mereka ke mana saja.

Pemkot Tarakan sendiri berupaya membentengi perilaku negatif itu dengan berbagai program. Selain pesantren kilat, juga ada Gerakan Memulai Pembelajaran dengan Membaca Kitab (GEMPITA) dan Gerakan Siswa Cinta Sholat (GESIT LAH) yang turut dilaunching di kesempatan itu. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat mencegah generasi muda dari perilaku negatif. (Rajab)

Rekomendasi Berita