Pulau Sampah Pasifik, Pusat Sampah Plastik

  • 03 Feb 2026 04:09 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Di tengah luasnya Samudra Pasifik, terdapat fenomena lingkungan yang mengkhawatirkan dan dikenal sebagai Pulau Sampah Pasifik atau Great Pacific Garbage Patch. Meski disebut “pulau”, kawasan ini bukan daratan padat, melainkan kumpulan besar sampah plastik yang mengapung dan tersebar di permukaan laut antara Hawaii dan California.

Pulau sampah ini terbentuk akibat pergerakan arus laut berputar yang dikenal sebagai North Pacific Gyre, yang secara perlahan mengumpulkan limbah dari berbagai penjuru dunia. Sampah yang mendominasi adalah plastik sekali pakai, jaring nelayan, dan mikroplastik yang sulit terurai. Para peneliti menyebut, sebagian plastik di kawasan ini telah berada di laut selama puluhan tahun.

Dampak Pulau Sampah Pasifik sangat serius bagi ekosistem laut. Hewan laut kerap terjerat atau menelan plastik yang dikira makanan, menyebabkan cedera hingga kematian. Selain itu, mikroplastik berpotensi masuk ke rantai makanan dan akhirnya berdampak pada kesehatan manusia, menjadikan masalah ini tidak lagi sekadar isu lingkungan, tetapi juga ancaman global.

Berbagai upaya internasional terus dilakukan untuk menanggulangi Pulau Sampah Pasifik, mulai dari pembersihan laut hingga kampanye pengurangan penggunaan plastik. Para ahli menekankan bahwa solusi utama bukan hanya membersihkan laut, melainkan menghentikan aliran sampah dari daratan. Fenomena ini menjadi pengingat ada konsekuensi aktivitas manusia terhadap kelestarian bumi. RV

Rekomendasi Berita