Perempuan Dinilai Punya Keunggulan Alami di Dunia Sains

  • 13 Feb 2026 08:45 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Alat pengering rumput laut jadi bukti kaum hawa atau perempuan memiliki keunggulan alami dalam dunia sains. Hal itu diutarakan Dr. Eng. Linda Sartika, S.T., M.T., dalam memperingati Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains, Rabu (11/02/2026).

Dosen Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan ini membuktikan bahwa tangan perempuan mampu melahirkan inovasi "hijau" yang berdampak besar. Salah satunya, alat pengering rumput laut bertenaga surya yang revolusioner diciptakannya bersama tim.

Ia mengakui minat perempuan di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) masih tergolong rendah. Di kelas tekniknya, jumlah mahasiswi hanya hitungan jari. Fenomena ini didorong oleh stigma bahwa dunia teknik adalah milik laki-laki yang sulit.

Namun, Linda menegaskan bahwa perempuan memiliki keunggulan alami dalam bidang sains, yaitu ketelitian yang tinggi. Dalam merancang alat pengering rumput laut, detail-detail kecil sangat diperhatikan agar hasil pengeringan maksimal. Karakteristik "multitasking" perempuan juga dianggap sangat membantu dalam manajemen proyek inovasi.

Inspirasi terbesar Linda datang dari tokoh pahlawan nasional seperti RA Kartini dan Dewi Sartika. Baginya, semangat para pahlawan tersebut harus diteruskan dengan cara berkontribusi nyata bagi masyarakat melalui ilmu pengetahuan.

Ia ingin menunjukkan bahwa sains adalah alat untuk pengabdian, bukan sekadar teori. Proyek alat pengering ini mencakup empat aspek penting (4E) yakni Energi, Ekonomi, Edukasi, dan Environmental. Tidak hanya soal teknologi, alat tersebut bisa meningkatkan derajat ekonomi petani. Inovasi ini memangkas waktu jemur dari hitungan hari menjadi hitungan jam saja.

Tantangan yang dihadapi tidaklah kecil, mulai dari keterbatasan dana hingga kompetisi yang ketat dengan universitas besar di Indonesia. Namun, dengan mengangkat potensi lokal rumput laut Tarakan, proposalnya berhasil unggul. Sekaligus menjadi bukti bahwa kampus di daerah memiliki daya saing yang luar biasa.

Ia berpesan kepada para ibu untuk tidak ragu mendukung anak perempuan mereka menekuni bidang sains. Menurutnya, sosialisasi bahwa perempuan bisa sukses di teknik harus terus digalakkan. Baginya, otak manusia tidak dibatasi oleh gender, melainkan oleh kemauan untuk terus mencoba dan berproses. (Ren/sti)

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Rekomendasi Berita