Dialog Religi Pagi RRI, Bahas Cara Hadapi Tantangan Zaman
- 15 Feb 2026 20:00 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika ekonomi yang semakin kompleks, masyarakat modern kini dihadapkan pada tantangan krisis batin dan kegelisahan hidup. Hal ini menjadi topik utama dalam dialog "Religi Pagi Islami" yang disiarkan oleh RRI Tarakan pada Sabtu (14/02/2026).
Menghadirkan narasumber Ustadz H. Sultan Halim, S.Ag., M.Pd., diskusi ini mengupas tuntas mengenai solusi Islam dalam menghadapi tekanan zaman digital yang sering kali membuat masyarakat merasa cemas dan tidak tenang.
Ustadz Halim sapaannya menyoroti adanya kontradiksi antara kemudahan fasilitas hidup saat ini dengan ketenangan hati. Menurutnya, meskipun teknologi memudahkan komunikasi dan pekerjaan, tingkat kegelisahan masyarakat justru meningkat.
"Kita hidup di zaman yang serba mudah, tapi kenyataannya banyak yang merasa hidupnya semakin berat. Teknologi canggih, tapi ketenangan batin makin langka. Media sosial ramai, tapi banyak hati yang sepi," ujarnya.
Ia menekankan bahwa masalah utama saat ini bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan adanya krisis iman dan akhlak. Mengutip Surah Thaha ayat 124, diingatkan bahwa barang siapa yang berpaling dari mengingat Allah, maka ia akan menjalani kehidupan "sempit" yakni hati yang tidak pernah merasa cukup.
Menanggapi fenomena konten media sosial yang sering memamerkan kekayaan instan di usia muda, Ustadz Halim mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpicu.
Ia menuturkan bahwa segala sesuatu di dunia ini mengikuti hukum sunnatullah yang membutuhkan proses. Bahwa kekayaan sejati bukanlah pada tumpukan harta, melainkan pada hati yang merasa cukup (qana'ah). Dengan menjaga ketakwaan, Allah menjanjikan jalan keluar dari setiap kesulitan dan rezeki yang datang dari arah tidak disangka-sangka, sesuai janji-Nya dalam Surah At-Talaq. (Bay/sti)