Double Degree di Level Tertinggi, Iwan Setiawan: Pendidikan adalah Kunci

  • 28 Feb 2026 10:44 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan – Peribahasa “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat” bukan sekadar hiasan dinding bagi Iwan Setiawan, S.Pd., M.M., M.H. Direktur Utama Perumda PDAM Tirta Alam Tarakan ini menunjukkan dedikasi luar biasa di dunia pendidikan dengan melakukan langkah yang jarang berani diambil orang lain, menempuh dua program Doktoral (S3) secara bersamaan di dua universitas ternama.

Setelah sukses menuntaskan gelar Magister ganda, yakni S2 Ilmu Ekonomi dan S2 Ilmu Hukum di Universitas Borneo Tarakan (UBT), Iwan tidak lantas berpuas diri. Saat ini, ia tercatat aktif sebagai mahasiswa S3 Ilmu Hukum di Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar dan S3 Ilmu Ekonomi di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG), Surabaya.

Langkah ini membuktikan bahwa kesibukan mengelola pelayanan publik sebagai Direktur Utama bukanlah penghalang untuk terus mengasah intelektualitas di level tertinggi.

Semangat haus ilmu ini rupanya menjadi napas dalam keluarga Iwan Setiawan. Beliau berhasil membangun ekosistem pendidikan yang kuat di dalam rumah tangganya.

  • Istri
    Santi Asmara Dhani, S2 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga jurusan Tata Busana di Universitas Negeri Yogyakarta.
  • Putri Pertama
    Amarylis Issad Setiawardhani (Amel) menempuh S2 Program MBA (Master in Businees Administartor) di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.
  • Putri Kedua
    Prajna Paramitha Issad Ramadhani (Rara) menempuh kuliah di S1 Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang tentu tidak sembarangan orang bisa masuk kesana, mengingat UGM adalah salah satu universitas terbaik di tanah air.

Keluarga ini menjadi potret nyata bahwa pendidikan adalah investasi terbaik yang tidak akan pernah lekang oleh waktu. Bagi Iwan, gelar bukanlah sekadar deretan huruf di belakang nama, melainkan tanggung jawab moral untuk terus berkontribusi bagi bangsa dengan ilmu yang mumpuni.

Kisah Iwan Setiawan adalah tamparan sekaligus motivasi bagi anak muda yang sering merasa “lelah” dengan tugas kuliah atau merasa cukup dengan satu gelar saja.

“Dunia terus berubah, dan satu-satunya cara untuk tetap relevan adalah dengan terus belajar. Jika yang sudah memiliki jabatan saja masih mau berkeringat mengejar ilmu, maka yang muda harus jauh lebih agresif dalam menuntut pendidikan, karena pendidikan adalah kunci untuk semua” ungkap sebuah pesan tersirat dari perjalanan akademisnya.

Sosok Iwan Setiawan mengajarkan kita bahwa kapasitas diri ditentukan oleh kemauan kita untuk terus diuji. Beliau membuktikan bahwa manajemen waktu yang baik dan tekad yang bulat bisa meruntuhkan batasan antara karier yang mapan dan pendidikan yang cemerlang. (*)

Rekomendasi Berita