Dari 2015-2025, Dinkes Tarakan Temukan 1.010 Kasus HIV/AIDS
- 22 Jan 2026 17:02 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan: Sejak ditemukan tahun 1997, kasus HIV/AIDS di kota Tarakan, Kalimantan Utara, terus berkembang.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan mencatat selama 10 tahun terakhir atau sejak 2015-2025, ditemukan 1.010 kasus positif. Namun yang baru mendapat pengobatan sampai saat ini hanya 401 penderita.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, Rini Faulina.
"Dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2025 mencapai 1.010 kasus. Yang mendapatkan pengobatan sampai saat ini ada 401 orang," ujar Rini Faulina saat menjelaskan dalam pertemuan bersama anggota DPRD Kaltara di Kantor Dinas Kesehatan Tarakan, Kamis (22/1/2026).
Pada tahun 2025, Dinkes Tarakan hanya menemukan 103 kasus. Jumlah ini turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 118 kasus.
Meski demikian, Rini menilai penyakit HIV AIDS seperti fenomena gunung es. Di mana diperkirakan masih banyak penderita HIV AIDS yang belum terdeteksi.
Menurut Rini, setiap tahun pihaknya memeriksa ribuan orang. Di tahun 2025, pihaknya memeriksa 13.617 orang. Di mana 103 orang di antaranya terdeteksi reaktif HIV AIDS.
Adapun dari 103 kasus yang ditemukan di tahun 2025, sebanyak 9 orang di antaranya meninggal dunia. Sementara yang hidup 94 orang, 72 penderita sudah mendapatkan pengobatan, yang berasal dari luar Tarakan ada 35 penderita dan yang belum mendapatkan ARV ada 22 orang serta hilang kontak ada 20 orang.
Menurutnya, petugas kesehatan sebenarnya langsung memberikan penanganan ketika pasien atau klien dinyatakan terinfeksi HIV/AIDS. Di mana telah disiapkan konselor untuk klien berkonsultasi sehingga cepat mendapatkan penanganan.
Hanya saja masih ada penderita atau klien yang belum siap menerima kenyataan saat dinyatakan terinfeksi HIV/AIDS. Sehingga mereka enggan membuka status. Hal ini menghambat penanganan terutama untuk mendapatkan pengobatan.
Petugas pun tidak bisa memaksakan apabila penderita atau klien enggan membuka statusnya. Tetapi petugas tetap melakukan edukasi kepada mereka terkait upaya penanganan. (Rajab)