Waspada Kosmetik Imitasi, Cantik Tak Harus Putih Instan
- 06 Mar 2026 09:17 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan – Bagi setiap wanita di Kota Tarakan, kulit wajah yang bersih dan bersinar adalah dambaan, namun di balik impian itu tersimpan risiko besar jika salah memilih produk kecantikan. Belakangan ini, peredaran kosmetik ilegal yang menawarkan hasil putih secara instan semakin marak di pasar daring, mengincar rasa tidak percaya diri masyarakat dengan harga yang sangat menggiurkan. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena kecantikan yang dipaksakan sering kali berakhir dengan kerusakan kulit yang permanen dan menyakitkan.
Kepala Balai POM Tarakan, Iswadi, mengungkapkan kegelisahannya terhadap tren "putih dalam semalam" yang kini menjangkiti generasi muda hingga ibu rumah tangga di Bumi Paguntaka. Beliau menekankan bahwa kosmetik seharusnya hanya berfungsi untuk memelihara dan mengubah penampilan luar secara wajar, bukan mengubah struktur kulit secara drastis melalui bahan berbahaya. Zat seperti merkuri dan steroid dosis tinggi sering kali bersembunyi di balik kemasan tanpa izin edar, yang perlahan namun pasti akan merusak sistem pertahanan alami kulit penggunanya.
Kepedihan mendalam sering kali dirasakan oleh para korban saat menyadari bahwa kulit mereka justru menghitam atau dipenuhi jerawat parah setelah berhenti menggunakan produk tertentu. Dokter Spesialis Kulit, dr. Damayanti Retno Dewi, sering kali menemui pasien yang datang dengan kondisi wajah yang "hancur" dan sulit untuk dipulihkan kembali ke kondisi semula. Efek samping seperti flek hitam yang tebal atau kulit yang menipis hingga pembuluh darah terlihat, menjadi saksi bisu betapa mahalnya harga sebuah kekhilafan dalam memilih produk kosmetik.

Dinas Kesehatan Kota Tarakan turut mengingatkan bahwa luka akibat penggunaan kosmetik ilegal ini tidak hanya membekas di kulit, tetapi juga mengganggu psikologis dan kesejahteraan warga. Perlu diketahui bahwa perawatan medis untuk memperbaiki kerusakan akibat kosmetik estetika semacam ini umumnya tidak ditanggung oleh penjamin kesehatan seperti BPJS. Oleh karena itu, pencegahan sejak dini melalui edukasi mandiri jauh lebih berharga daripada harus menanggung biaya pengobatan mandiri yang sangat menguras kantong.
Masyarakat Tarakan kini diajak untuk kembali merangkul konsep kecantikan yang sehat dan manusiawi, di mana sehat jauh lebih penting daripada sekadar putih. Kecantikan sejati sejatinya terpancar dari kulit yang terawat, tubuh yang bugar, dan rasa syukur atas apa yang telah dianugerahkan Tuhan. Cantik tidak memiliki satu standar warna kulit saja; setiap wanita Tarakan memiliki pesonanya masing-masing yang akan tetap bersinar selama kulitnya terjaga dalam kondisi yang sehat dan alami.
Sebagai langkah nyata untuk melindungi diri dan keluarga, warga diimbau untuk selalu menerapkan prinsip "Cek KLIK" sebelum memutuskan untuk membeli produk kecantikan apa pun. Pastikan Kemasan dalam kondisi baik, baca Label dengan teliti, pastikan memiliki Izin Edar dari BPOM, dan perhatikan tanggal Kedaluwarsa yang tertera. Melalui aplikasi BPOM Mobile, warga dapat dengan mudah memastikan keamanan sebuah produk hanya melalui genggaman ponsel, sebelum barang tersebut menyentuh kulit mereka.
Mari kita bangun kesadaran bersama di Kota Tarakan agar tidak ada lagi saudara atau sahabat kita yang menjadi korban iklan kosmetik palsu yang menyesatkan. Dengan saling mengingatkan dan mengedukasi, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi para wanita untuk tampil percaya diri tanpa rasa takut. Karena pada akhirnya, kesehatan adalah investasi kecantikan yang paling abadi, dan rasa aman saat bercermin adalah ketenangan yang tidak bisa dibeli dengan harga berapa pun. (ADR)