Kerupuk, Teman Makan yang Setia

  • 31 Agt 2025 18:44 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan : Kerupuk, camilan renyah yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner Indonesia, memiliki sejarah panjang dan kaya. Kata "kerupuk" sendiri berasal dari bahasa Jawa Kuno, "Kurupuk", yang tercatat dalam naskah-naskah kuno seperti Kakawin Ramayana dan Kakawin Bhomantaka.

Asal Usul Kerupuk

Kerupuk diyakini telah ada di Jawa sejak abad ke-9 atau ke-10 masehi, dengan bentuk awalnya adalah kerupuk rambak yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau. Naskah Serat Centhini, sebuah karya sastra Jawa abad ke-19, juga menyebut tentang "krupuk rambak" sebagai salah satu jenis kerupuk tradisional.

Perkembangan Kerupuk

Seiring waktu, kerupuk berkembang pesat di berbagai daerah Indonesia, dengan sentuhan rasa dan bahan yang unik. Perdagangan rempah pada abad ke-15 hingga ke-17 juga mempengaruhi persebaran kerupuk, dengan pedagang Tiongkok membawa teknik pembuatan makanan kering ke nusantara. Beberapa jenis kerupuk terkenal di Indonesia antara lain ¹ ² ³:

- Kerupuk Udang: Dibuat dari campuran tepung tapioka dan udang segar, kerupuk ini berasal dari pesisir pantai, terutama di daerah Jawa Timur.

- Kerupuk Ikan: Kerupuk ini sering terbuat dari ikan tenggiri dan menjadi pelengkap wajib makanan seperti pempek di Sumatera Selatan.

- Kerupuk Kulit : Terbuat dari kulit sapi atau kerbau, kerupuk ini populer di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

- Kerupuk Melarat : Dengan proses menggoreng menggunakan pasir panas, kerupuk ini memiliki cita rasa khas dan berasal dari daerah Cirebon.

Kerupuk dalam Budaya Indonesia

Kerupuk bukan hanya sekadar camilan, tetapi juga memiliki makna simbolis dalam menyatukan selera nusantara yang beragam. Dalam tradisi makan bersama, kerupuk sering menjadi "perebutan" antar anggota keluarga. Selain itu, kerupuk juga menjadi bagian penting dalam perayaan kemerdekaan Indonesia, seperti lomba makan kerupuk pada 17 Agustus. RV

Rekomendasi Berita