Lapis Legit : Kuliner Nusantara Sarat Filosofi

  • 29 Sep 2025 22:36 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan : Kue lapis legit bukan sekadar sajian manis yang menggoda lidah. Di balik aroma rempah dan lapisan-lapisannya yang khas, tersimpan sejarah panjang dan filosofi mendalam yang menjadi bagian dari kekayaan budaya kuliner Indonesia.

Lapis legit diperkirakan mulai dikenal di Indonesia pada masa kolonial Belanda. Kue ini merupakan adaptasi dari kue spekkoek asal Belanda—sejenis sponge cake yang kaya akan rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan kapulaga. Di tangan masyarakat Indonesia, kue ini diolah dengan cita rasa lokal dan menjadi bagian penting dalam perayaan-perayaan besar, seperti Imlek, Natal, hingga Lebaran.

Ciri khas lapis legit terletak pada tampilannya yang berlapis-lapis, biasanya antara 18 hingga 24 lapisan. Proses pembuatannya sangat rumit dan memerlukan ketelatenan tinggi, karena setiap lapisan dipanggang satu per satu. Inilah yang menjadikan lapis legit sering dijuluki sebagai “kue mahal” karena membutuhkan waktu, tenaga, dan bahan berkualitas, seperti mentega, telur dalam jumlah besar, serta aneka rempah pilihan.

Tak hanya lezat, kue ini juga memiliki filosofi mendalam. Lapisan demi lapisan melambangkan kesabaran, ketekunan, dan proses hidup yang bertahap. Setiap lapisan mencerminkan perjalanan hidup yang harus dijalani dengan penuh kesungguhan untuk mencapai hasil yang manis di akhir.

Sebagai warisan kuliner yang kaya akan rasa, sejarah, dan makna, lapis legit bukan hanya sajian untuk lidah, tetapi juga simbol budaya yang patut dijaga dan dilestarikan. Dari dapur tradisional hingga meja-meja perayaan modern, lapis legit tetap menjadi ikon manis yang tak lekang oleh waktu. Plus dengan harga yang lumayan mahal juga, tentunya 🤭 RV

Rekomendasi Berita