Yogyakarta Pusat Peringatan Hari Wayang Dunia 2026
- 24 Feb 2026 09:37 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, BUOL – Peringatan World Puppetry Day atau Hari Wayang Dunia 2026 digelar di Yogyakarta pada 24–25 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju peringatan internasional Hari Wayang Dunia yang diperingati setiap 21 Maret dan dirayakan oleh komunitas pewayangan di berbagai negara.
Hari Wayang Dunia pertama kali diprakarsai oleh Union Internationale de la Marionnette (UNIMA) pada 2003. Berdasarkan keterangan resmi UNIMA, peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran global akan pentingnya seni boneka dan pewayangan sebagai warisan budaya bernilai artistik, historis, dan edukatif.
Di Yogyakarta, rangkaian kegiatan meliputi pagelaran wayang kulit, diskusi kebudayaan, pameran karya perajin wayang, serta lokakarya yang menyasar generasi muda. Sejumlah dalang lintas generasi tampil dalam pertunjukan kolaboratif yang memadukan pakem tradisional dengan pendekatan visual modern.
“Peringatan ini bukan hanya seremoni, tetapi ruang dialog dan regenerasi agar wayang tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman,” ujar salah satu panitia peringatan Hari Wayang Dunia 2026 di Yogyakarta.
Sebagai organisasi internasional seni boneka yang berdiri sejak 1929, UNIMA menaungi komunitas seniman dari puluhan negara. Dalam publikasi resminya, UNIMA menegaskan World Puppetry Day sebagai momentum tahunan untuk memperkuat jejaring seniman sekaligus memperluas akses publik terhadap seni pertunjukan boneka.
Perayaan serupa juga berlangsung di berbagai negara melalui festival, seminar, dan pertunjukan teater boneka. Di Prancis, kota Charleville-Mézières dikenal sebagai salah satu pusat seni boneka dunia. Sementara di Amerika Serikat, Center for Puppetry Arts aktif menggelar program edukasi dan pertunjukan dalam rangka World Puppetry Day.
Penyelenggara di Yogyakarta menekankan pentingnya regenerasi dalang dan perajin wayang dengan melibatkan pelajar, mahasiswa seni, serta komunitas kreatif. Upaya ini dilakukan agar pewayangan tetap adaptif di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Wayang Indonesia sendiri telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia, menegaskan posisinya sebagai bagian penting dari identitas budaya bangsa. Melalui momentum Hari Wayang Dunia 2026, Yogyakarta diharapkan tidak hanya menjadi tuan rumah perayaan, tetapi juga pusat dialog dan inovasi seni tradisi.