Dr. Stepanus, "AI Peluang Sekaligus Tantangan Global"

  • 01 Jul 2025 09:09 WIB
  •  Toli Toli

KBRN, Tolitoli: Seiring pesatnya perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi topik hangat yang tak bisa dihindari. Seorang praktisi IT dari Universitas Tadulako Palu, Dr. Stepanus, menegaskan pentingnya adaptasi masyarakat terhadap kehadiran AI yang kini sudah merambah ke berbagai aspek kehidupan, termasuk penulisan pidato menggunakan alat seperti Chat GPT.

Dalam paparannya, Dr. Stepanus menyampaikan bahwa AI menawarkan banyak peluang, terutama bagi masyarakat di daerah seperti Tolitoli. Teknologi ini, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas produk lokal, mendukung UMKM dalam menciptakan narasi produk yang menarik, serta memperkuat budaya lokal melalui pemanfaatan digitalisasi.

“AI mampu mendemokrasikan akses informasi. Masyarakat di daerah kini bisa bersaing secara adil dengan yang di kota besar,” ujarnya.

Namun, ia juga menyoroti tantangan serius yang datang bersamaan. Salah satunya adalah potensi AI untuk melampaui kecerdasan manusia dalam beberapa hal. Ia memperingatkan bahwa tanpa literasi digital yang memadai, terutama bagi anak-anak, penggunaan AI bisa berdampak negatif.

“AI lebih pintar dari kita, maka penting untuk mengajarkan pemahaman teknologi sejak dini,” tegasnya.

Ia juga menyinggung isu etika seperti plagiarisme dan perlunya regulasi dalam penggunaan AI. Untuk para kreator konten, ia menyarankan agar melindungi karya dengan watermark guna menghindari penyalinan ilegal oleh sistem AI.

Menanggapi kekhawatiran soal penggantian tenaga kerja oleh AI, Dr. Stepanus memberi perumpamaan menarik. “AI itu seperti tongsis, alat bantu yang memperluas kemampuan manusia, bukan menggantikan sepenuhnya,” jelasnya.

Sebagai penutup, Dr. Stepanus mengingatkan bahwa AI tetap bisa menghasilkan informasi keliru jika tidak dikendalikan dengan bijak. Ia mengajak masyarakat untuk memverifikasi informasi dari sumber terpercaya seperti RRI, dan tetap menjaga jati diri serta nilai-nilai lokal di tengah arus teknologi global.

“Manfaatkan AI sebagai peluang untuk berkembang, namun jangan kehilangan identitas,” pesannya.

Rekomendasi Berita