Rangkaian Kegiatan Sail to Indonesia 2025 di Malra
- 21 Jul 2025 11:48 WIB
- Tual
KBRN, Langgur: Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dijadwalkan kembali menerima kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui program Sail to Indonesia 2025 yang akan berlangsung selama tujuh hari, mulai Senin, 21 Juli hingga Minggu, 27 Juli 2025, di kawasan wisata Pantai Ngiarvarat, Ohoidertawun, Kecamatan Kei Kecil.
Sebanyak puluhan kapal layar dari berbagai negara akan singgah di Malra sebagai bagian dari rute pelayaran internasional. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk promosi pariwisata bahari yang mempertemukan wisatawan dengan masyarakat lokal secara langsung.
“Program ini menjadi momentum strategis untuk mendorong promosi pariwisata berbasis budaya dan kelautan,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Malra, Budi Toffy, kepada tim rri.co.id, Minggu (20/7/2025).
Kegiatan dimulai pada Senin, 21 Juli 2025, dengan proses clearance-in oleh pihak Imigrasi, Karantina, Bea Cukai, dan Syahbandar (CIQP), dibantu oleh panitia dari Dinas Pariwisata. Proses administrasi ini berlangsung setiap hari selama tiga hari berturut-turut hingga Rabu, 23 Juli 2025.
“Petugas kami sudah bersiaga sejak hari pertama untuk memastikan pelayanan yang cepat dan ramah kepada seluruh peserta,” ujar Toffy.
Acara penyambutan resmi dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara digelar pada Rabu pagi, 23 Juli 2025, di Pantai Ngiarvarat. Siangnya, peserta akan diajak berinteraksi dengan siswa di SD Ohoidertawun dalam program pertukaran budaya dan latihan bahasa Inggris.
“Interaksi dengan siswa lokal menjadi momen edukatif yang memberi dampak positif, baik bagi peserta maupun masyarakat,” ujar Toffy.
Masih di hari yang sama, peserta dapat mengikuti tur wisata ke situs lukisan tebing purba dan menikmati pertandingan persahabatan futsal dengan pemuda desa. Malam harinya, peserta dijadwalkan menghadiri pertemuan teknis dan jamuan makan malam resmi di Kantor Bupati Malra.
Pada Kamis, 24 Juli 2025, peserta mengikuti tur ke beberapa ohoi di wilayah timur Kei Kecil, seperti Isso, Wain Baru, dan Disuk. Wisatawan akan diajak mengeksplorasi hutan bakau, menyantap kuliner tradisional, serta menyaksikan pertunjukan budaya.
“Kunjungan ke ohoi-ohoi ini adalah bentuk wisata berbasis komunitas yang kami dorong sebagai ikon pariwisata Malra,” kata Toffy.
Hari Jumat, 25 Juli 2025, dijadwalkan sebagai hari bebas, namun peserta bisa melakukan proses clearance-out untuk melanjutkan pelayaran. Proses ini dibuka sejak pagi hingga malam hari, menyesuaikan jadwal keberangkatan kapal peserta.
“Panitia menyediakan waktu fleksibel bagi peserta yang ingin keluar lebih awal maupun yang memilih menetap lebih lama,” ucap Toffy.
Kegiatan berlanjut pada Sabtu, 26 Juli 2025, dengan aksi bersih pantai dan penanaman tanaman di kawasan Pantai Ngiarvarat. Peserta juga dapat mengikuti tur tambahan hingga sore hari sebelum menghadiri jamuan makan malam perpisahan bersama semua pihak terkait.
“Kolaborasi dengan stakeholder lokal seperti CIQP, BMKG, dan SAR menjadi kunci suksesnya pelaksanaan event ini,” ujar Toffy.
Puncak kegiatan berlangsung pada Minggu, 27 Juli 2025, dengan proses clearance-out terakhir sebelum peserta meninggalkan Maluku Tenggara menuju destinasi berikutnya di Banda. Sail to Indonesia 2025 menjadi ajang tahunan yang terus dimanfaatkan Pemkab Malra untuk memperkuat identitasnya sebagai destinasi wisata bahari unggulan di Indonesia Timur.