Raymond, Apresiasi Sail Malra di Tengah Regulasi Baru

  • 24 Jul 2025 07:52 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Perubahan regulasi keimigrasian sejak tahun lalu menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan Wonderful Sail to Indonesia 2025. Hal ini diungkapkan oleh International Yacht Rally Organizer, Raymond T Lesmana, dalam penyambutan peserta Sail di Pantai Ngiarvarat, Ohoidertawun, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (23/7/2025).

Menurut Raymond, aturan baru berdampak langsung pada prosedur administrasi saat kapal asing memasuki wilayah Indonesia. Meski sempat menjadi kendala, ia memastikan para peserta kini mulai terbiasa dan mampu menyesuaikan diri dengan sistem yang diberlakukan otoritas terkait.

“Sejak tahun lalu ada perubahan daripada peraturan imigrasi, dan kita harus mengantisipasinya,” kata Raymond kepada awak media.

Raymond menegaskan, kesiapan panitia lokal di Maluku Tenggara patut diapresiasi karena mampu menyesuaikan dengan ketentuan baru tanpa mengurangi kualitas layanan terhadap peserta. Ia menilai kondisi pantai yang digunakan sangat layak dan representatif.

“Dengan kondisi pantai seperti ini, saya kira sudah sangat bagus ya. Bisa mengolah sesuatu dalam waktu dekat menjadi sesuatu yang menarik,” ujarnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya peran lintas sektor dalam kelancaran kegiatan internasional ini. Lembaga seperti Imigrasi, Bea Cukai, dan instansi teknis lainnya telah bekerja secara sinergis dan kooperatif.

Bagi Raymond, pengalaman peserta selama berada di Maluku Tenggara mencerminkan makna sejati dari slogan Welcome to Indonesia. Ia menekankan keramahan Indonesia Tidak cukup hanya diucapkan, melainkan perlu diwujudkan melalui sikap, pelayanan, dan tindakan nyata.

“Welcome to Indonesia itu betul-betul welcome to Indonesia, bukan hanya ucapan. Mereka harus mengerti kita lewat hospitality, tindakan, dan laku,” ucapnya.

Ke depan, peserta akan melanjutkan pelayaran ke Banda, Ambon, dan berbagai titik lain di Indonesia hingga berakhir di Batam. Menurut Raymond, rangkaian pengalaman di setiap lokasi akan menjadi bekal peserta dalam memahami keragaman budaya dan karakter Indonesia.

“Kita akan mengadakan farewell di Batam. Dari semua pengalaman itu, baru mereka bisa menyimpulkan: apa sih Indonesia ini sebenarnya,” kata Raymond.

Rekomendasi Berita