What To Buy Maksimalkan Produk Lokal Tarik Wisatawan
- 12 Jan 2026 11:02 WIB
- Tual
KBRN, Langgur: Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Maluku Tenggara Budhi Toffi mengatakan ada tiga motivasi utama yang mendorong wisatawan datang ke suatu daerah, yakni apa yang dapat dilihat (what to see), apa yang dapat dilakukan (what to do), dan apa yang dapat dibeli (what to buy). Dari ketiga unsur tersebut, aspek what to buy atau ketersediaan oleh-oleh khas daerah masih menjadi pekerjaan rumah bagi Maluku Tenggara, Senin (12/1/2026).
Menurut Budhi, daya tarik visual dan aktivitas wisata di Kepulauan Kei relatif sudah dikenal, mulai dari pantai hingga wisata bahari. Namun, ketika wisatawan hendak membawa pulang produk khas daerah sebagai kenang-kenangan, pilihan yang tersedia masih terbatas dan belum tergarap maksimal.
Pemerintah daerah menilai keterbatasan produk cendera mata ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menggerakkan ekonomi lokal. Oleh karena itu Dinas Pariwisata bidang ekonomi kreatif berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk menciptakan produk lokal bernilai jual.
“Aspek what to buy memang masih kurang, sehingga kita dorong pengembangan produk kreatif lokal, mulai kriya, fashion, hingga kuliner, agar wisatawan bisa membawa pulang oleh-oleh khas Kei,” kata Budhi Toffi.
Dari 16 subsektor ekonomi kreatif yang ada, pemerintah daerah memprioritaskan lima subsektor untuk dikembangkan sebagai penguat pariwisata. Sub sektor tersebut antara lain kriya atau kerajinan tangan, fashion seperti batik tulis dan eco print khas Kei, kuliner lokal, serta penguatan konten kreator sebagai sarana promosi.
Budhi menilai produk kuliner seperti olahan rumput laut dan enbal memiliki potensi besar karena mulai diminati wisatawan. Tantangan berikutnya adalah diversifikasi produk, peningkatan kualitas kemasan, serta perluasan pasar agar produk lokal dapat bersaing dan mudah ditemukan wisatawan.
“Semua potensi produk lokal harus dimarketing dengan baik dan diversifikasi dilakukan, sehingga what to buy bisa sejalan dengan daya tarik wisata yang ada,” ujarnya.
Ia menegaskan penguatan aspek what to buy tidak hanya bertujuan meningkatkan pengalaman wisata, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Dengan semakin banyak produk lokal yang dibeli wisatawan, manfaat pariwisata diharapkan dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha kecil dan masyarakat setempat.