JSO 2026 Jaring Bibit Unggul Sains Lamongan
- 08 Feb 2026 10:13 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Upaya cetak generasi emas Indonesia melalui penguatan bidang sains dan teknologi terus diperkuat dengan pelaksanaan Junior Science Olympiad (JSO) 2026, yang digelar di SMP Negeri 4 Lamongan. Ratusan siswa dari berbagai sekolah mengikuti ajang ini sebagai bagian dari penjaringan bibit unggul nasional di bidang sains dan teknologi
Kegiatan tersebut sejalan dengan program Asta Cita Presiden, khususnya pada fokus pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing global. Ketua Yayasan Pendidikan Intan Mutia sekaligus penyelenggara JSO, Muhammad Ali Yasin, mengatakan bahwa JSO 2026 dilaksanakan secara masif di 137 kota pada 18 provinsi di Indonesia.
“Tujuan utama JSO adalah menjaring prestasi anak-anak nasional. Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program Asta Cita Presiden dalam mencetak SDM unggul di bidang sains dan teknologi,” ujarnya, Minggu, 8 Februari 2026.
Ia menjelaskan, berbeda dengan kompetisi lain, JSO menerapkan sistem pemberian medali dan sertifikat secara langsung di lokasi lomba. Kebijakan tersebut bertujuan untuk membangun kepercayaan diri dan mental juara para peserta sejak dini.
“Tantangannya memang besar karena wilayah pelaksanaan tidak selalu berada di perkotaan. Namun demi mengangkat ego positif dan mental anak-anak, kami tetap memberikan medali dan sertifikat secara langsung, meskipun harus menghadapi kendala jarak dan logistik,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 4 Lamongan, Muhammad Nurkholis, menyambut positif pelaksanaan JSO di sekolahnya. Menurutnya, ajang ini menjadi sarana efektif untuk meningkatkan motivasi belajar dan prestasi siswa.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat memotivasi anak-anak untuk terus meningkatkan prestasi akademik. Kami berharap dari ajang ini lahir siswa-siswa berprestasi yang mampu bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.
Junior Science Olympiad 2026 diharapkan mampu menjadi wahana pembinaan berkelanjutan bagi generasi muda, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan sains dan teknologi di daerah sebagai fondasi menuju Indonesia Emas.