Kasus DBD Naik, Dinkes Lamongan Terus Gerakkan Sosialisasi PSN+3M
- 17 Feb 2025 19:03 WIB
- Tuban
KBRN, Lamongan: Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), di Kabupaten Lamongan, mengalami peningkatan signifikan pada bulan Januari 2025. Total ada 102 kasus DBD yang tercatat, melibatkan baik anak-anak maupun orang dewasa di seluruh kecamatan di Lamongan dengan Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus terbanyak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lamongan, Mafidhatul Laely, mengungkapkan, bahwa penyebab tingginya angka DBD di daerah tersebut terkait dengan kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa banyaknya tanaman jagung di wilayah tersebut diduga memperparah kondisi, karena tanaman jagung dapat meningkatkan genangan air yang menjadi tempat perindukan nyamuk.
“Masih banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD,” katanya.
Pihak Dinkes Lamongan terus menggiatkan upaya pencegahan DBD dengan program PSN 3M Plus, yang mencakup menguras tempat penampungan air, menutup tempat yang dapat menampung air, dan mendaur ulang barang-barang yang bisa menjadi sarang nyamuk. Selain itu, Dinas Kesehatan juga melakukan sosialisasi secara rutin kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pemberantasan sarang nyamuk di rumah dan lingkungan sekitar.
"Fogging itu bukan solusi utama, yang terpenting adalah pencegahan dengan memberantas sarang nyamuk. Nyamuk DBD lebih suka bertelur di air bersih, jadi kebersihan lingkungan sangat penting," ujarya.
Mafidhatul menekankan bahwa pencegahan DBD jauh lebih efektif dan biaya terjangkau dibandingkan dengan pengobatan atau pemberantasan secara kimiawi seperti fogging. “Tindakan pencegahan yang dilakukan secara rutin jauh lebih murah dan efektif dalam mencegah penyebaran DBD daripada menunggu kasus dan kemudian melakukan fogging,” katanya.
Sebagai upaya lebih lanjut, Dinas Kesehatan telah berkirim surat kepada seluruh puskesmas untuk terus mengedukasi masyarakat dan memastikan mereka memahami langkah-langkah yang harus diambil untuk memutus mata rantai penyebaran DBD.
Sebagai tambahan informasi hingga kini laporan terakhir dari Dinkes Lamongan, di Kecamatan Karanggeneng masih zero case atau nol kasus DBD yang tercatat.