Sepanjang 2025, Ratusan Masyarakat Tuban Terjangkit HIV
- 11 Des 2025 19:06 WIB
- Tuban
KBRN, Tuban: Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia 2025, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban, menemukan 254 kasus positif HIV usai 19.156 orang berisiko yang telah menjalani tes HIV, melampaui target hingga 117 persen sepanjang tahun 2025.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban, Roikan, mengatakan, sejak 2013 hingga 2025, tercatat 925 ODHIV menjalani pengobatan rutin. Tahun ini, 420 ODHIV telah mengikuti pemeriksaan Viral Load, dan 387 di antaranya menunjukkan hasil tersupresi.
Selain itu, pemeriksaan HIV pada ibu hamil juga menjadi fokus sebagai bagian dari program triple eliminasi. "Kasus positif yang ditemukan selama 2025 mayoritas berasal dari populasi umum, pasangan ODHIV, wanita pekerja seks, waria, serta kelompok dengan penyakit penyerta seperti TBC dan IMS," ujarnya saat menjadi narasumber dalam progam Talk Show dan Layanan HIV/AIDS, Kamis (11/12/2025) di Ruang Rapat R.H. Ronggolawe, Sekretariat Daerah Tuban.
Pada momentum tersebut, pemerintah daerah kembali menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna mencapai target Eliminasi AIDS 2030. Semangat solidaritas, penguatan edukasi, serta peningkatan keterlibatan masyarakat menjadi pesan utama yang digaungkan, terutama untuk menekan stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).
"Pemerintah Kabupaten Tuban telah menyediakan layanan konseling dan tes HIV di seluruh Puskesmas dan rumah sakit. Sementara 13 fasilitas kesehatan juga telah beroperasi sebagai tempat perawatan, dukungan, dan pengobatan bagi ODHIV," jelasnya.
Menurut Roikan, efektivitas upaya penanganan HIV sangat dipengaruhi kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sedini mungkin serta dukungan terhadap mereka yang telah terdiagnosis. “Pemeriksaan dini dan pemahaman risiko menjadi kunci agar pengobatan bisa berjalan tanpa hambatan,” tambahnya.
Ia juga menyoroti tren kenaikan kasus HIV dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan pada periode 2020–2022 disebut sebagai dampak dari fokus layanan kesehatan yang teralihkan ke penanganan Covid-19. Ia menegaskan perlunya memperluas skrining dini, meningkatkan jangkauan layanan PDP, memperketat pemeriksaan Viral Load, dan memperkuat edukasi bagi populasi kunci.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan berharap para peserta tidak hanya memahami situasi HIV di Tuban, tetapi juga mampu menjadi penggerak informasi yang benar di lingkungan masing-masing. Upaya pencegahan bersama diyakini menjadi fondasi penting untuk menurunkan kasus baru dan memastikan layanan HIV tetap berkelanjutan
“Setiap peserta memiliki peran strategis menjaga keberlangsungan layanan HIV. Semakin kuat dukungan dari semua pihak, semakin terlindungi pula masyarakat Tuban,” tegas Roikan.