Dinkes Lamongan Gencarkan Screening TBC Dukung Program Presiden

  • 10 Feb 2026 17:01 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan: Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Kesehatan terus mengintensifkan upaya eliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC) sejalan dengan program nasional pengeliminasian TBC sesuai arahan Presiden Prabowo. Salah satu langkah strategis yang digencarkan adalah pelaksanaan screening TBC secara masif dan berkelanjutan di masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Lamongan, Yany Khoirurakhmawati mengatakan bahwa tahap awal dilakukan melalui skrining mandiri oleh masyarakat, baik melalui Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) pengisian E-Tibi.

“Harapannya masyarakat bisa melakukan skrining secara mandiri. Jika dari skrining awal terdapat jawaban yang mengarah pada gejala TBC, maka akan kami lanjutkan dengan skrining sekunder,” ujarnya, Selasa, 10 Februari 2026.

Yany menjelaskan, pada skrining sekunder tersebut, Dinas Kesehatan Lamongan akan melakukan pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan dahak, liur, hingga foto rontgen. Program ini, kata dia, pada tahun 2026 mendapat dukungan dari pemerintah pusat sebagai bentuk keseriusan negara dalam menekan angka TBC.

“Insya Allah tahun ini kami dibantu pemerintahan pusat untuk pemeriksaan dahak, pemeriksaan liur, dan pemeriksaan foto rontgen,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Lamongan, jumlah kasus TBC di Lamongan pada tahun 2025 tercatat sekitar 3.600 orang. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena TBC masih menjadi penyakit menular yang berdampak luas pada kesehatan masyarakat.

Yany memaparkan, sejumlah gejala TBC yang perlu diwaspadai antara lain batuk berkepanjangan, keringat malam tanpa aktivitas, demam yang berulang, penurunan berat badan, sesak napas, serta nyeri dada.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Lamongan mengimbau seluruh masyarakat untuk aktif mengikuti screening TBC. Kelompok berisiko tinggi, seperti perokok, menjadi kelompok yang kami utamakan dalam pelaksanaan skrining.

“Beberapa waktu terakhir, perokok merupakan kelompok yang kami utamakan untuk screening TBC,” jelasnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, faktor lingkungan dan kondisi gizi masyarakat juga turut berpengaruh terhadap risiko penularan TBC. Menurut Yany, kebersihan lingkungan memang penting, namun pemenuhan gizi yang baik menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat.

Melalui upaya terpadu ini, Dinas Kesehatan Lamongan berharap program eliminasi TBC dapat berjalan optimal dan mendukung pengendalian TBC.

Rekomendasi Berita