Wisata Museum Rajekwesi Bojonegoro Suguhkan Sejarah Kuno
- 09 Feb 2026 20:14 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Bojonegoro - Wisata Museum Rajekwesi Bojonegoro menawarkan lebih dari sekadar melihat peninggalan kuno. Tempat ini menghadirkan pengalaman edukatif yang dikemas secara menarik, sehingga pengunjung dapat menyelami sejarah daerah dengan cara yang santai dan menyenangkan.
Berada di kawasan Jalan Pahlawan, tepat di sisi selatan alun-alun kota, museum ini dapat dikunjungi siapa saja tanpa dipungut biaya. Bahkan pengunjung tidak perlu khawatir soal kendaraan karena area parkir telah disediakan di sisi kanan gerbang.
Daya tarik visual sudah terasa sejak di halaman depan, ditandai dengan keberadaan andong yang merepresentasikan alat transportasi tradisional tempo dulu
Sebelum berkunjung ke area pameran, pengelola akan menyarankan pengunjung untuk menanyakan jadwal kunjungan yang kosong. Hal ini bertujuan agar pengalaman menjelajah museum lebih leluasa tanpa berdesakan dengan rombongan lain.
Setelah terdaftar sebagai pengunjung, wisatawan diarahkan menuju ruang pertama yang mengangkat tema prasejarah. Di ruangan ini, beragam fosil darat dan laut dipamerkan, seperti sisa rangka gajah purba, tanduk rusa, tengkorak kuda nil, hingga fosil kerang dan gigi hiu.
Koleksi ditata dalam etalase transparan sehingga detailnya mudah diamati, lengkap dengan informasi penunjang yang membantu pemahaman pengunjung. Perjalanan kemudian berlanjut ke ruang kedua yang mengusung tema Hindu–Buddha.
Nuansa masa lampau terasa kuat melalui deretan artefak perdagangan, pecahan gerabah kuno, serta arca-arca dewa seperti Siwa dan Ganesha. Koleksi pusaka dan karya seni beraksara lama yang tersimpan rapi menjadi penanda bahwa wilayah Bojonegoro pernah memiliki peran strategis dalam lintasan sejarah Nusantara.
Di ruang ketiga, konsep etnografi ditampilkan secara khas. Sebuah lesung padi berukuran panjang menjadi pusat perhatian, mencerminkan kehidupan masyarakat agraris setempat. Beragam alat musik tradisional, perlengkapan bertani, hingga senjata khas daerah melengkapi gambaran tentang budaya dan kearifan lokal yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Pengunjung juga dapat melanjutkan langkah ke lantai atas, tepatnya ruang keempat. Di area ini tersimpan seperangkat gamelan yang masih aktif digunakan untuk latihan. Selain itu, ruang pertunjukan wayang menjadi magnet tersendiri karena menampilkan koleksi wayang lengkap beserta perangkat gamelannya.
Dengan pendampingan pemandu, pengunjung bahkan diberi kesempatan mencoba memainkan gamelan secara langsung. Suasana tradisional kian terasa saat memasuki ruang kelima. Berbagai busana kesenian dan pakaian adat khas Bojonegoro dipamerkan pada manekin, mulai dari pakaian pengantin hingga kostum pertunjukan.
Sebuah pelaminan sederhana di sudut ruangan menghadirkan nuansa akrab layaknya suasana hajatan masyarakat Jawa. Sebagai rangkaian akhir, pengunjung diajak memasuki ruang imersif untuk menyaksikan film dokumenter tentang perjalanan sejarah Bojonegoro.
Tayangan audiovisual tersebut menyajikan narasi masa lalu secara lebih hidup dan mudah dipahami. Usai pemutaran film, pengunjung diarahkan menuju pintu keluar dengan melewati area ruang rapat yang berada di dekat tangga.
Dengan konsep yang edukatif dan ramah pengunjung, Museum Rajekwesi Bojonegoro menjelma menjadi ruang pembelajaran sekaligus destinasi wisata sejarah yang relevan bagi generasi sekarang. Letaknya yang strategis di pusat kota menjadikannya mudah dijangkau dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pengunjung yang juga merupakan masyarakat Bojonegoro, Arfi mengaku sangat bangga melihat peninggalan sejarah Kabupaten Bojonegoro, yang masih tersimpan dengan baik. "Bangga sekali saat melihat peninggalan pra sejarah ini, apalagi mengajak anak-anak untuk berkunjung sebagai sarana edukasi bagi mereka," katanya.