Budidaya Melon di Bojonegoro Suguhkan Panen Berkualitas Tinggi

  • 17 Feb 2026 21:12 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Bojonegoro - Berada di wilayah Desa Kenep, Kecamatan Balen, terdapat sentra budidaya melon yang dikelola secara modern. Kawasan ini menyuguhkan hamparan tanaman melon yang tertata rapi dengan hasil panen berkualitas, sehingga menjadi salah satu rujukan bagi masyarakat pencinta buah melon.

Kebun melon tersebut dikenal dengan nama Surgantara Farm. Sebagai pengelola, Marjuki menunjukkan komitmen tinggi dalam mengembangkan usaha pertanian berbasis teknologi dengan mengedepankan ketelitian dan konsistensi dalam perawatan tanaman.

Beroperasi sejak Agustus 2025, pengelolaannya diarahkan sebagai instalasi pertanian modern yang dilengkapi tujuh unit greenhouse permanen, masing-masing berukuran 40 x 10 meter. Sarana tersebut menjadi pusat kegiatan budidaya sekaligus penunjang kualitas produksi melon.

Dalam pengembangannya, ia membudidayakan empat varietas melon unggulan, yakni Sagami, White Hami (F9), Golden, dan Delesen. Di antara varietas tersebut, Sagami menjadi jenis yang paling diminati konsumen karena memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi dibandingkan varietas lainnya.

“Sagami menjadi varietas unggulan kami karena cita rasanya yang lebih manis, sehingga banyak dicari oleh pengunjung,” ujarnya, Selasa 17 Februari 2026.

Proses penanaman dilakukan dengan menerapkan metode Matchida. Setiap greenhouse ditanami sekitar 148 pohon melon yang dibentuk secara sistematis agar produktivitas tetap optimal. Satu tanaman diarahkan memiliki tiga hingga lima cabang, dengan setiap cabang mampu menghasilkan buah melon berkualitas.

Dalam perjalanannya, pengelolaan kebun tidak terlepas dari berbagai tantangan, terutama serangan hama. Namun demikian, upaya perawatan intensif yang dilakukan membuahkan hasil. Setiap masa panen, yang berlangsung sekitar 90 hari sekali, satu unit greenhouse mampu menghasilkan hingga lebih dari satu ton melon segar.

Hasil panen tersebut dipasarkan dengan harga berkisar antara Rp35.000 hingga Rp45.000 per kilogram, menyesuaikan kualitas dan tingkat kemanisan buah yang dihasilkan. "Saya ingin mengembangkan Surgantara Farm sebagai destinasi wisata petik buah di wilayah Kabupaten Bojonegoro," katanya.

Melalui konsep tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung memetik buah dari kebun. “Kami berharap ke depan masyarakat tidak hanya membeli buah, tetapi juga dapat merasakan langsung proses memetiknya dari pohon. Dengan demikian, Desa Kenep dapat dikenal sebagai daerah penghasil melon berkualitas,” ujarnya.

Keberadaan Surgantara Farm ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar serta menjadi inspirasi bagi generasi muda desa untuk mengembangkan sektor pertanian secara profesional dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita