Mengapa Tidak Boleh Naik Pesawat Setelah Menyelam?
- 11 Des 2025 19:46 WIB
- Wamena
Mengapa anda tidak boleh naik pesawat setelah menyelam? Jawabannya sederhana Perbedaan tekanan udara yang drastis dapat memicu Penyakit Dekompresi (Decompression Sickness/DCS).
Saat anda menyelam (scuba diving), anda bernapas menggunakan udara bertekanan dari tabung yang mengandung Nitrogen. Karena tekanan air di kedalaman sangat tinggi, tubuh anda menyerap gas Nitrogen ini lebih banyak daripada saat di darat. Nitrogen ini larut ke dalam jaringan tubuh dan darah anda.
Masalah muncul ketika anda kembali ke permukaan atau naik ke ketinggian (pesawat), Saat anda naik ke permukaan air perlahan, tekanan berkurang dan Nitrogen akan keluar dari tubuh secara bertahap dan aman (lewat pernapasan).
Kabin pesawat memang memiliki tekanan udara yang diatur, tetapi tekanannya masih lebih rendah dibandingkan tekanan di permukaan laut. Jika anda terbang terlalu cepat setelah menyelam, penurunan tekanan yang tiba-tiba ini membuat sisa Nitrogen yang masih terperangkap di tubuh mengembang dengan cepat.
Bayangkan botol soda yang dikocok. Jika anda membukanya perlahan, gas akan keluar mendesis pelan (aman). Jika anda membukanya sentak (seperti naik pesawat setelah diving), gas akan meledak menjadi gelembung-gelembung besar. Gelembung inilah yang menyumbat aliran darah anda.
Gelembung nitrogen yang terbentuk di dalam tubuh dapat menyebabkan kondisi serius yang dikenal sebagai The Bends. Gejalanya meliputi: Nyeri sendi yang hebat (lutut, siku), Pusing dan kebingungan, Sesak napas, Ruam kulit, Kelumpuhan atau mati rasa dan Pada kasus ekstrem yaitu Kematian.
Organisasi selam dunia seperti PADI (Professional Association of Diving Instructors) dan DAN (Divers Alert Network) memiliki aturan baku tentang berapa lama anda harus menunggu sebelum boleh terbang (Surface Interval):
- 1 kali menyelam waktu tunggu minimal terbang 12 jam
- Banyak menyelam waktu tunggu minimal 18 jam
- Menyelam berhari hari waktu tunggu minimal 18 - 24 Jam.
Untuk keamanan maksimal, banyak penyelam mengambil patokan aman 24 jam setelah penyelaman terakhir sebelum jadwal penerbangan mereka.
Aturan ini tidak hanya berlaku untuk pesawat. Anda juga dilarang naik ke tempat dengan dataran tinggi (seperti mendaki gunung atau menyetir melewati puncak bukit di atas 300 meter/1000 kaki) segera setelah menyelam, karena efek penurunan tekanannya sama. (Mecky. K)