Stop Diet Ekstrem! Ini 5 Kunci Diet Sehat dan Berkelanjutan di Tahun 2026

  • 22 Feb 2026 09:10 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID,Wamena – Memasuki tahun 2026, tren gaya hidup sehat di Indonesia mengalami pergeseran signifikan. Alih-alih melakukan diet ketat yang menyiksa, para ahli gizi kini lebih menekankan pada pola makan intuitif dan keberlanjutan jangka panjang.

Banyak orang gagal mempertahankan berat badan ideal karena terjebak dalam resolusi yang terlalu drastis di awal tahun. Padahal, kunci utama dari tubuh yang bugar adalah keseimbangan nutrisi, bukan pembatasan kalori yang berlebihan.

Berikut adalah panduan diet sehat yang direkomendasikan oleh para ahli untuk membantu Anda mencapai body goals tanpa mengorbankan kesehatan:

1. Gunakan Metode "Piring Makan Model T"

Kementerian Kesehatan RI menyarankan pembagian porsi makan yang visual dan mudah diikuti. Dalam satu piring, porsi sayuran harus dua kali lipat lebih banyak dari karbohidrat. Serat tinggi dari sayuran memberikan rasa kenyang lebih lama dan menghambat penyerapan lemak jahat.

2. Prioritaskan Protein Berkualitas dan Biji-bijian Utuh

Beralihlah ke sumber protein tanpa lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, kacang-kacangan, dan tempe. Selain itu, gantilah karbohidrat olahan (seperti roti putih atau nasi putih berlebih) dengan biji-bijian utuh seperti gandum atau nasi merah untuk meningkatkan asupan serat harian.

3. Terapkan Makan Secara Sadar (Mindful Eating)

Salah satu penyebab kegagalan diet adalah makan sambil terdistraksi, misalnya menonton TV atau bermain ponsel. Para ahli menyarankan untuk fokus pada makanan, mengunyah perlahan, dan mendengarkan sinyal kenyang dari tubuh untuk mencegah overeating.

4. Perhatikan Hidrasi dan Hindari "Kalori Cair"

Seringkali tubuh mengirimkan sinyal lapar padahal sebenarnya hanya haus. Pastikan kebutuhan air putih tercukupi setiap hari. Selain itu, batasi minuman manis atau bersoda yang mengandung "kalori kosong" tanpa nilai nutrisi.

5. Jangan Lupakan Aktivitas Fisik dan Istirahat

Diet tidak akan maksimal tanpa gerak tubuh. Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, seperti jalan cepat atau bersepeda. Selain itu, pastikan tidur yang cukup (7-9 jam), karena kurang tidur dapat mengganggu hormon pengatur nafsu makan yang memicu rasa lapar di malam hari.

"Diet itu bukan soal menahan lapar, tapi soal memberi makan tubuh dengan cara yang tepat agar tetap bugar hingga usia senja," ungkap praktisi kesehatan dalam laporan tren kesehatan terbaru.

Rekomendasi Berita