Sering Mengeluh Ternyata 'Meracuni' Otak, Ahli Saraf Ungkap Dampaknya
- 01 Mar 2026 10:30 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, WAMENA – Mengeluh mungkin dianggap sebagai cara instan untuk melepaskan beban pikiran. Namun, penelitian terbaru dari ahli saraf Emily McDonald, sebagaimana dilansir dari Times of India, mengungkap fakta mengejutkan: kebiasaan fokus pada hal negatif secara berulang dapat mengubah struktur kerja otak manusia ke arah yang merugikan.
Menurut Emily, otak memiliki sifat plastisitas yang berarti ia belajar dari kebiasaan. Jika seseorang terus-menerus fokus pada hal negatif, otak akan "terlatih" untuk secara otomatis menangkap sisi buruk dari setiap situasi.
Kondisi ini tidak hanya memengaruhi suasana hati, tetapi juga berdampak langsung pada kinerja kognitif. Fokus menjadi mudah terpecah karena otak terlalu sibuk memproses ancaman atau kekecewaan.
Energi mental terkuras untuk mengolah keluhan, menyisakan sedikit ruang untuk menyelesaikan tugas. Kemampuan otak dalam mencari jalan keluar (problem-solving) melemah karena terjebak dalam siklus pesimisme.
Dampak dari kebiasaan ini tidak berhenti di kepala. Emily menjelaskan bahwa keluhan berulang memicu pelepasan hormon stres (kortisol) secara berlebihan. Jika dibiarkan, tubuh akan mulai mengirimkan sinyal bahaya berupa gangguan kesehatan fisik yang nyata.
Beberapa gejala yang sering muncul akibat stres kronis dari pola pikir negatif meliputi sakit kepala, insomnia (susah tidur), hingga peningkatan tekanan darah. Dalam jangka panjang, kondisi ini bahkan dapat memperlemah sistem imun, membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit.
Sebagai langkah mitigasi, Emily McDonald menyarankan transisi mental yang sederhana namun kuat. Mengurangi intensitas keluhan dan menggantinya dengan refleksi diri atau rasa syukur terbukti secara ilmiah dapat menjaga kesehatan saraf.
"Mengganti keluhan dengan rasa syukur membantu menjaga fokus dan produktivitas tetap berada pada level optimal," tulis laporan tersebut. Dengan melatih otak untuk melihat peluang atau hal-hal yang patut disyukuri, sistem imun dan tekanan darah cenderung lebih stabil.
Tips Singkat Menjaga Kesehatan Otak:
- Sadar Diri: Deteksi saat Anda mulai masuk ke dalam siklus keluhan.
- Jeda Sejenak: Ambil napas dalam untuk menurunkan kadar kortisol sesaat.
- Refleksi Positif: Tentukan minimal satu hal baik yang terjadi setiap harinya.