Penutup Kepala Simbol Rasa Malu Bukan Sekadar Hiasan

  • 19 Jan 2026 06:24 WIB
  •  Waykanan

RRI. CO. ID, Way Kanan - Terdapat 1.340 suku bangsa dengan beragam adat dan budaya di Indonesia. Salah satunya yakni penutup kepala pelengkap pakaian adat.

Dikutip dari media sosial syiar budaya Islam Kemenag RI, penutup kepala yang sarat makna diantaranya;

1. Blangkon

Penutup kepala pria Jawa dari kain batik, blangkon hasil dari modifikasi dari ikat kepala yang siap pakai.

Dahulu, blangkon dipakai sebagai bentuk pengendalian diri agar bersikap lembut dan tidak mudah emosi. Tujuh belas wiru yang dimiliki setiap blangkon melambangkan jumlah raka'at dalam sehari.

2. Kupiah Meukotop

Penutup kepala yang bentuknya lonjong dan tinggi. Umumnya kupiah ini memiliki kombinasi warna merah, kuning, hijau, hitam dan putih.

Bagian bawah kupiah terdapat motif yang berbentuk huruf Lam (Hijaiyah), terdapat 4 tingkatan sebagai rambu-rambu kehidupan masyarakat Aceh, yaitu agama, adat, qanun dan reusam.

Kupiah ini juga sebagai simbol penjntun bagi masyarakat Aceh dalam menjalani kehidupannya.

3. Tengkuluk

Penutup kepala perempuan Jambi berupa lilitan kain tanpa dijahit. Sejak Islam masuk, Tengkuluk tidak hanya sebagai aksesoris tetapi juga mencerminkan rasa malu. Artinya, Tengkuluk digunakan sebagai wujud ketaatan perempuan Jambi untuk menutup aurat sesuai syariat Islam.

Saat ini ada 98 jenis Tengkuluk yang terdata. Setiap Tengkuluk menggambarkan berpadunya nilai adat dan Islam secara harmonis dalam kehidupan

masyarakat Jambi.

Rekomendasi Berita