Bahaya Pendakwah Cium Barokah Pada Anak
- 22 Jan 2026 06:40 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan - Akhir-akhir ini, sebuah video seorang pendakwah yang terlihat terlalu akrab mencium anak kecil, termasuk balita dibawah tiga tahun menjadi perbincangan hangat. Salah satu video menunjukkan anak yang tidak mau dicium namun tetap dibujuk oleh pendakwah.
Pada video tersebut, ciumannya terlihat seperti "sucking". Banyak komentar warganet yang menertawakan, menganggapnya barokah bahkan merasa khawatir hal itu termasuk pelecehan seksual.
Menanggapi hal itu, Kementerian Agama RI melalui media sosial Bimasislam Kemenag RI menjelaskan, Islam memang mengajarkan kasih sayang kepada anak-anak. Rasulullah mencium cucunya, Hasan dan Husain sebagai wujud kelembutan.
"Namun perlu dicatat, Nabi mencium anak kandung atau cucunya sendiri. Sedangkan anak orang lain, Nabi tidak pernah mencontohkan ciuman yang melewati batas. Maka sebaiknya sikap seperti pendakwah itu harus dihindari," tulis Bimasislam dalam unggahannya.
Imam Nawawi dalam Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab menjelaskan mencium anak sendiri atau anak teman dengan niat kasih sayang dan tanpa syahwat hukumnya sunnah. Tetapi, jika disertai syahwat hukumnya haram.
Dalam Islam, kasih sayang pada anak dengan cara wajar melalui doa, perhatian, kelembutan, bukan tindakan yang melampaui batas. Cara membahagiakan bisa dengan memberi hadiah kecil, mengajak bermain, dan memberi kejutan sederhana.
Secara psikologi, mencium anak kecil secara berlebihan dan tanpa izin termasuk grooming behavior upaya menormalisasi kontak fisik yang tidak pantas.
Jika dibiarkan, hal ini dapat menjadi boundary violation, pelanggaran batas wajar dalam interaksi sosial. Anak bisa bingung membedakan antara kasih sayang dan pelecehan. Sehingga, lebih mudah dimanipulasi oleh predator seksual.