Wisata Hutan Bambu Bekasi Ditutup sementara akibat Longsor

  • 12 Feb 2026 19:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Kota Bekasi-Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bekasi memutuskan untuk menutup sementara objek wisata Hutan Bambu di Margahayu, Kota Bekasi. Langkah ini diambil setelah tempat tersebut longsor akibat tergerus aliran Kali Bekasi pada, Rabu, 11 Februari 2026 malam.

Kepala Bidang Kepariwisataan Disparbud Kota Bekasi, Budiman mengatakan, penutupan sementara demi menjaga keselamatan pengunjung maupun warga sekitar. Pasalnya kondisi tanah di lokasi wisata yang berdekatan dengan Kali Bekasi masih labil dan berpotensi terjadinya longsor susulan.

Pihaknya juga menegaskan bahwa potensi longsor susulan masih sangat mungkin terjadi. Terutama ketika debit air Kali Bekasi meningkat akibat curah hujan tinggi maupun kiriman dari Bogor.

"Jadi mempertimbangkan keselamatan warga sekitar dan pengunjung untuk sementara lokasi ini kami tutup. Karena longsor susulan masih saja bisa terjadi," katanya, kepada wartawan, Kamis, 12 Februari 2026.

Pihak Disparbud juga berencana melakukan pendataan bagi para pelaku usaha di lokasi wisata tersebut. Khususnya para pelaku usaha yang terdampak longsor.

Ia juga mengatakan, peristiwa longsor merupakan keprihatinan bagi Pemkot Bekasi. Sebab objek wisata Hutan Bambu sejauh ini telah menjadi salah satu destinasi wisata favorit warga Kota Bekasi.

"Tentunya kami prihatin dengan kondisi yang menimpa objek wisata Hutan Bambu Bekasi. Karena bagaimanapun ini merupakan salah satu tempat wisata favorit bagi warga Kota Bekasi," ujarnya.

Semenatra itu, pihak Pengelola Hutan Bambu, Emar Maryasi, mengatakan peristiwa longsor mengakibatkan sejumlah fasilitas di lokasi wisata rusak. Mulai dari akses jalan, spot atau lokasi foto hingga saung untuk pengunjung.

Atas peristiwa tersebut, pihaknya meminta Pemkot Bekasi kembali melakukan revitalisasi tempat wisata tersebut. Mengingat Hutan Bambu menjadi salah satu tumpuan warga sekitar terutama di RW 26 Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur dalam mencari nafkah.

"Pada intinya kami berharap Pemkot Bekasi dalam hal ini Disparbud membangun kembali Hutan Bambu yang saat ini mengalami kerusakan. Karena apapun penyebab kerusakannya, yang jelas tempat ini merupakan tumpuan warga sekitar untuk mencari nafkah," ujarnya.

Sekadar diketahui, debit air Kali Bekasi pada, Rabu, 11 Februari 2026 malam mengalami peningkatan. Hal ini terjadi akibat air kiriman dari Bogor dan mengakibatkan air meluap ke sejumlah lokasi sepanjang jalur Kali Bekasi.

selanjutnya dinas pariwisata juga akan mendata berapa banyak korban longsor mengiat longsor sangat parah.

Budiman mengatakan, bahwa peristiwa longsor menimbulkan keprihatinan pihak Pemkot Bekasi maupun para pelaku wisata.

Sekadar diketahui, peristiwa longsor terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026 malam hari. Hal ini diakibatkan debit air Kali Bekasi yang meningkat akibat kiriman dari Bogor.

Rekomendasi Berita