Pengelola Pastikan Hutan Bambu Bekasi Tetap Beroperasi
- 15 Feb 2026 20:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Kota Bekasi- Wisata Hutan Bambu Kota Bekasi tetap beroperasi secara normal usai sebagian areanya sempat terkena longsor. Pantauan di lokasi sejumlah warung penjual makanan terlihat beroperasi termasuk hiburan live musik.
Namun demikian, kunjungan wisatawan pada akhir pekan kali ini terlihat sepi tak seperti biasanya. Kabar terjadinya longsor dan juga pemberitaan tentang ditutupnya tempat wisata tersebut akibat terjadi longsor ditengarai ikut mempengaruhi kunjungan.
Bukan hanya itu, tempat wisata sepi dikarenakan banyak warga yang memilih berziarah kubur. Yang merupakan tradisi umat Islam Indonesia setiap menjelang ramadhan.
"Kita tetap buka, yang penting kan keamanan pengunjung tetap kita utamakan. Jadi kalau dibilang tempat ini tutup total tidak benar," kata Anggota Kelompok Sadar Wisata Hutan Bambu Margahayu Zona 1, Iwan, Minggu, 15 Februari 2026.
Iwan menjelaskan, bahwa operasional Hutan Bambu baru akan dihentikan pada saat memasuki bulan ramadhan. Di mana Hutan Bambu akan berhenti beroperasi secara total selama satu bulan penuh guna menghargai bulan ramadhan.
Namun demikian, masyarakat tidak dilarang untuk berkunjung ke Hutan Bambu menikmati suasana sejuk dan asri di saung-saung yang tersedia. Hanya saja pihak pengelola tidak mengaktifkan fasilitas seperti wahana, rumah makan atau kantin termasuk live musik.
"Nanti pas puasa kita tutup selama sebulan menghormati Ramadan. Tapi kalau mau berkunjung silahkan saja, boleh-boleh saja," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, Budiman sebelumnya mengatakan, wisata Hutan Bambu ditutup sementara. Langkah tersebut diambil demi menjaga keselamatan warga selaku pengunjung lokasi wisata.
"Jadi mempertimbangkan keselamatan warga sekitar dan pengunjung untuk sementara lokasi ini kami tutup. Karena longsor susulan masih saja bisa terjadi," katanya.
Pihak Disparbud juga berencana melakukan pendataan bagi para pelaku usaha di lokasi wisata tersebut. Khususnya para pelaku usaha yang terdampak longsor.
Ia juga mengatakan, peristiwa longsor merupakan keprihatinan bagi Pemkot Bekasi. Sebab objek wisata Hutan Bambu sejauh ini telah menjadi salah satu destinasi wisata favorit warga Kota Bekasi.
"Tentunya kami prihatin dengan kondisi yang menimpa objek wisata Hutan Bambu Bekasi. Karena bagaimanapun ini merupakan salah satu tempat wisata favorit bagi warga Kota Bekasi," ujarnya.
Sekadar informasi, wisata Hutan Bambu berada persis di pinggir Kali Bekasi. Sedangkan longsor sendiri terjadi bertepatan dengan naiknya debit Air Kali bekasi pada, Rabu, 11 Februari 2026 malam hari.