Rini Wulandari: Ada Pelajaran di Setiap Momen
- 02 Mar 2026 12:04 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Tak kenal maka tak sayang, ungkapan itu ternyata bukan hanya sekedar ucapan, karena sering terjadi dalam kehidupan nyata. Seperti yang dirasakan oleh Rini Wulandari, warga Dusun Sawahan, Margomulyo, Seyegan, Sleman.
Berawal dari melihat, kemudian tertarik dan ingin mempelajari, akhirnya ia keterusan mencintai seni budaya. Sejak sekolah dasar, Rini memang sudah sering diajak nonton pentas seni seperti tari.
“Dari situ muncul ketertarikan untuk belajar dan masuk ke sanggar seni tari,” katanya.
Kemudian saat SMP ia mulai mengenal gamelan yang membawanya belajar karawitan. “Dalam seni tradisi ternyata banyak ilmu yang saya dapatkan, di antaranya ada rasa kebersamaan, saling menghormati, unggah ungguh, dan banyak lagi. Ternyata semua itu bisa memberikan tambahan bekal dalam hidup kami sampai saat ini,” kata Rini.
Kemampuan dalam berkesenian akhirnya membawa Rini kenal dengan beberapa tokoh seniman tradisi di lingkungannya. Salah satunya Djarwo SP, seorang seniman kethoprak sekaligus Lurah Margoagung. Djarwo lah yang akhirnya mendaulatnya untuk ikut terlibat dalam proses latihan kethoprak untuk menghadapi festival di tingkat kabupaten.
“Awalnya saya ragu, apakah bisa? Namun, berkat bimbingan senior itu kami bisa melalui dengan lancar. Apalagi ketika saya ditawari ikut main dalam pembuatan sinema Kasetyan yang dimotori teman-teman Kembang Teater,” ujarnya.
Tak berpikir dua kali, Rini langsung setuju saat ini karena ia yakin ada banyak ilmu yang bisa didapatkannya. “Para senior yang terlibat tak lelah memberikan arahan. Suasana sangat cair, penuh dengan canda tawa dan kegembiraan, tetapi banyak manfaat dan pengalaman yang saya dapatkan. Karena dari dulu saya selalu berkeyakinan untuk jangan pernah berhenti untuk berkembang, setiap momen adalah pelajaran,” ucap Rini.
Ilmu yg didapat dalam berkesenian itu juga yang diterapkan oleh Rini dalam menjalani profesinya sebagai guru di SDN Tambakrejo, Tempel. Begitu juga dalam kehidupan sehari-harinya bersama Yulianto, sang suami.
“Saya akan terus belajar dan mencintai seni budaya ini, dan akan akan saya tanamkan kepada anak-anak tentang nilai nilai luhur yang ada di dalamnya. Semoga tetap bisa lestari, berkembang seiring zaman dan tidak kehilangan nilai nilainya sebagai pondasi pembentukan karakter bangsa,” katanya.