Tips Merawat Ikan Koi Agar Tetap Sehat

  • 11 Mar 2026 11:40 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID,Yogyakarta - Memelihara ikan koi bukan sekadar hobi yang memanjakan mata, melainkan juga sebuah komitmen yang membutuhkan ketelatenan ekstra. Di balik keindahan warna dan liukan tubuhnya yang mempesona, pemahaman mendalam mengenai manajemen lingkungan kolam menjadi fondasi utama yang tidak dapat ditawar lagi agar ikan koi dapat berumur panjang, tetap sehat, dan bahkan mampu meningkatkan nilai ekonomi keluarga.

Hal tersebut menjadi benang merah dalam program dialog "Mbangundesa" yang disiarkan oleh RRI Pro 4 Yogyakarta Senin 2 Maret 2026, dengan narasumber Dr. drh. Krisna Noli Andrian, selaku Dosen Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM). Dr. Noli membedah bahwa kelangsungan hidup ikan koi sangat bergantung pada kualitas air, karena ikan ini tergolong sangat manja dan rentan terhadap lingkungan sekitarnya.

Realitas di lapangan menunjukkan tantangan pemeliharaan yang tidak ringan. Pesatnya curah hujan di musim penghujan sering kali menjadi ancaman serius bagi kolam outdoor yang tidak memiliki filter memadai. Perubahan suhu dan kualitas air yang mendadak dapat memicu stres pada ikan, yang ujungnya menurunkan kekebalan tubuh. Akibatnya, ikan mudah terserang berbagai penyakit seperti bakteri (Aeromonas hydrophila), protozoa penyebab white spot (Ichthyophthirius multifiliis), parasit kutu ikan, hingga ancaman paling mematikan yakni penyebaran Koi Herpes Virus (KHV).

Guna membentengi hal tersebut, diperlukan tindakan pencegahan yang konsisten dari sang pemilik. Penggunaan filter air yang rutin dibersihkan, sirkulasi air yang terus mengalir dinamis, serta pengaturan tingkat kepadatan ikan di dalam satu kolam dianggap sangat efektif untuk menjaga kualitas air. Para penghobi didorong untuk selalu jeli memonitor perilaku ikannya sehari-hari agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin sebelum penyakit menyebar luas.

Terkait urgensi penanganan pertama saat ikan terindikasi sakit, Dr. Noli menekankan pentingnya pemisahan secepat mungkin. "Apabila kita punya ikan tiba-tiba sakit, yang pertama pasti dilakukan itu mengkarantinanya, memisahkan dari ikan-ikan yang lain. Sehingga tidak menularkan ke ikan yang sehat, karena menyebarnya cepat sekali," ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti peran penting ketelatenan pemilik sebagai kunci utama keberhasilan budidaya. "Ikan koi ini sangat-sangat butuh ketelatenan kita. Benar-benar diperhatikan, dia agak manja memang kalau kita pelihara. Yang penting kita benar-benar perhatikan ikan kita, kualitas airnya bagaimana, filternya bagaimana, dan juga kepadatannya," katanya.

Sebagai penutup, edukasi mengenai kesehatan ikan koi ini mengajak seluruh penghobi dan peternak untuk melakukan aksi nyata dalam perawatannya. Ikan koi harus terus dipantau dan dirawat dengan sirkulasi lingkungan yang ideal. Investasi pada waktu, tenaga, dan manajemen kolam yang baik hari ini akan menjadi penentu apakah ikan koi mampu tumbuh sehat hingga puluhan tahun dengan ukuran yang maksimal, atau justru berujung pada kerugian dan kematian massal.

Rekomendasi Berita