Beasiswa LPDP Buka Peluang ASN Tingkatkan Kompetensi
- 06 Mar 2026 11:52 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peluang untuk meningkatkan kompetensi melalui program beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini memberikan kesempatan bagi ASN untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang magister maupun doktor, baik di dalam maupun luar negeri.
Hal tersebut disampaikan oleh Ari Kuncoro, pegawai ASN dari Kementerian Keuangan yang ditugaskan di LPDP dalam webinar bertema "ASN Go Global: Raih Beasiswa, Perluas Wawasan, Tingkatkan Kompetensi". Webinar yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Korpri Nasional tersebut disiarkan melalui kanal YouTube Setjen DP KORPRI Nasional pada Kamis, 5 Maret 2026.
Dijelaskan Ari Kuncoro, bahwa program beasiswa LPDP terbuka bagi calon pegawai negeri sipil maupun pegawai negeri sipil yang ingin melanjutkan pendidikan. Selain ASN, kesempatan tersebut juga diperuntukkan bagi prajurit TNI dan anggota Polri yang ingin menempuh pendidikan lanjutan pada jenjang magister maupun doktor.
"Kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh ASN untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas perspektif global. Dengan pendidikan yang lebih tinggi, ASN diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi institusi dan masyarakat," kata Ari Kuncoro.
Ia menjelaskan bahwa terdapat sejumlah persyaratan yang perlu diperhatikan oleh ASN yang ingin mendaftar beasiswa LPDP. Salah satunya adalah batas usia pendaftar. Untuk CPNS atau PNS, batas usia maksimal program magister adalah 37 tahun dan program doktor 42 tahun, sedangkan bagi ASN yang menduduki jabatan fungsional batas usia dapat mencapai 42 tahun untuk magister dan 47 tahun untuk program doktor.
Selain itu, peserta juga diwajibkan memenuhi standar kemampuan bahasa. Untuk program magister dalam negeri, pendaftar minimal memiliki skor TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, atau IELTS 6,0. Sementara pada program doktor dalam negeri, syarat kemampuan bahasa minimal TOEFL ITP 530, TOEFL iBT 70, atau IELTS 6,0.
Bagi ASN yang ingin melanjutkan studi di luar negeri, persyaratan kemampuan bahasa umumnya lebih tinggi. Untuk program magister luar negeri, pendaftar minimal memiliki TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5. Sedangkan untuk program doktor luar negeri, peserta harus memiliki TOEFL iBT minimal 94, PTE Academic 65, atau IELTS 7,0.
Selain kemampuan bahasa, LPDP juga menetapkan persyaratan indeks prestasi kumulatif. Untuk program magister, pendaftaran minimal memiliki IPK 3,00, sedangkan untuk program doktor minimal 3,25. Calon penerima beasiswa juga harus melalui beberapa tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, seleksi bakat skolastik, hingga seleksi substansi.
Ari Kuncoro juga menyampaikan bahwa pendaftaran beasiswa LPDP masih akan dibuka kembali pada periode berikutnya. Ia menjelaskan bahwa pendaftaran tahap kedua direncanakan berlangsung sekitar pertengahan tahun 2026 sehingga calon pendaftar dapat mempersiapkan diri sejak dini.
"Periode kedua akan dibuka sekitar bulan Juli 2026. Jadi bisa dipersiapkan dari sekarang, seperti persiapan TOEFL, IELTS atau kemampuan bahasa Inggris, termasuk perizinan dari instansi masing-masing," ucapnya.
Pendaftaran beasiswa dilakukan secara daring melalui laman resmi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan di https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id. Calon pendaftar diwajibkan membuatkan akun, melengkapi dokumen yang dipersyaratkan, serta melakukan submit aplikasi untuk memperoleh kode registrasi pendaftaran.