Dinkes Data Ibu Hamil, Cegah Kematian Ibu dan Anak Selama Libur Lebaran
- 11 Mar 2026 14:43 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Ibu hamil dengan hari perkiraan lahir (HPL) yang jatuh pada rentang waktu libur lebaran ini menjadi perhatian khusus bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman. Salah satu upaya yang ditempuh Dinkes adalah melakukan pendataan ibu hamil dengan HPL di waktu-waktu yang dekat dengan lebaran. Pendataan ini dilakukan guna menekan angka kematian ibu dan anak.
Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama mengatakan setidaknya ada 9 kasus kematian ibu yang terjadi pada 2025. Kasus paling banyak terjadi pada kehamilan yang tidak dikehendaki (KTD), ibu hamil yang tidak punya suami, hamil muda, hingga hamil primi tua atau kehamilan pertama pada usia di atas 35 tahun. Biasanya, ibu hamil datang ke faskes dengan tidak melakukan pemeriksanaan secara rutin, tapi langsung melahirkan. Cahya menambahkan, pihaknya juga sempat menemui kasus kematian ibu pada kondisi nifas.
“Kami harap dukungan dari masyarakat. Nanti kalau ada (ibu) dari luar, ada yang masuk ke Sleman kemudian dia hamil tolong dilaporkan ke puskesmas. Nanti akan kita pantau supaya tidak terjadi kematian ibu,” kata Cahya saat dikonfirmasi baru-baru ini.
Cahya menuturkan setidaknya ada 7 rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan obstetri dan neonatal emergensi komprehensif (PONEK). Diantaranya adalah RS Sarjito, RSUD Sleman, RSUD Prambanan, RSA UGM, RSKIA Sadewa, RSU Sakinah Idaman, dan RS PKU Gamping. Ada pula 10 puskesmas dengan layanan PONEK yang tersebar di Kabupaten Sleman. Dengan masifnya pemantauan yang dilakukan pada ibu hamil, diharapkan bisa mencegah terjadinya kematian ibu dan anak. Dia meyakini 7 rumah sakit dan 10 puskesmas PONEK mampu memberikan pelayanan terbaik bagi penanganan ibu hamil, ibu bersalin dan bayi baru lahir selama libur lebaran.
Selain menyiapkan fasilitas kesehatan, Cahya menyebut pihaknya juga turut menyiagakan layanan kegawatdaruratan Sleman Emergency Service (SES). Masyarakat bisa menghubungi SES jika terjadi kondisi gawatdarurat dengan mengakses nomor 0274-8609000.
“Atau WhatsApp 0811 2668 900. Kalau terjadi kegawatdaruratan SES bisa di-call di nomor tersebut,” ucap Cahya.