Omah Kopi Omah S'Dulur Ruang Ngobrol Tradisional

  • 28 Feb 2026 13:52 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Di tengah hiruk pikuk Kota Yogyakarta, Omah Kopi Omah S’Dulur, tetap mempertahankan nuansa tradisionalnya. Warung kopi sederhana ini menawarkan kopi tubruk dengan suasana hangat penuh rasa kekeluargaan.

Omah S’Dulur berlokasi di Jalan dr Sardjito, Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta. Sebagai penanda, lokasinya sekitar 100 meter ke timur dari Lampu Merah Jetis Kota, berada di Selatan jalan.

Warung kopi ini didirikan oleh Pakdhe Sasongko yang kini berusia 65 lima tahun.

Sejak Oktober tahun 2010, ia membuka usaha tersebut dan tetap setia melayani pembeli hingga sekarang.

Berjualan seorang diri, Pakdhe Sasongko menyeduh kopi sekaligus melayani pelanggan secara langsung. Konsep yang diusung sangat tradisional tanpa mesin kopi modern maupun fasilitas penunjang lain.

Di tempat ini tidak tersedia wifi dan tidak pula disediakan makanan berat. Tujuan utama warung tersebut adalah menghadirkan ruang ngobrol santai sambil menikmati kopi tubruk.

Pakdhe Sasongko mengaku membuka usaha bukan semata mengejar keuntungan materi semata. Baginya, berjualan kopi merupakan bentuk kecintaan sekaligus upaya melestarikan tradisi kopi tubruk.

Dengan harga yang relatif murah yaitu Rp 10.000 per gelasnya, membuat warung sering dikunjungi oleh mahasiswa dan menengah kebawah. Itulah menjadi pasar dari Omah Kopi Omah S’Dulur.

“Saya berjualan bukan untuk menjadi kaya, tetapi karena cinta pada kopi tubruk. Untungnya memang tidak besar, tetapi cukup untuk membiayai hidup sehari-hari,” ujarnya, menambahkan.

Ia juga menjelaskan, sering kali obrolan pelanggan berlangsung hingga larut malam. “Tidak ada wifi di sini karena saya ingin orang datang untuk berbincang,” kata Pakdhe Sasongko.

Pakdhe Sasongko menyadari dirinya bukanlah penjual kopi yang bisa disebut sukses besar.

Namun ia menyebut dirinya sebagai penjual kopi yang mampu bertahan selama bertahun-tahun.

Kedisiplinan, tekad kuat, pelayanan ramah, dan menjaga cita rasa menjadi prinsip utamanya. Nilai-nilai tersebut membuat Omah Kopi Omah S’Dulur tetap hidup di tengah persaingan kedai modern. (Gilang Kinantyo Rahmat)

Rekomendasi Berita