Waspada Scam Pemesanan Hotel, PHRI Sleman Minta Wisatawan Lebih Teliti

  • 11 Mar 2026 12:41 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman mengimbau wisatawan agar lebih berhati-hati saat melakukan pemesanan hotel secara daring untuk menghindari penipuan atau scam, khususnya saat momentum libur lebaran 2026 mendatang.

Ketua BPC PHRI Sleman, Andhu Pakerti mengatakan wisatawan perlu menerapkan cek dan ricek serta melakukan konfirmasi sebelum melakukan transaksi pemesanan hotel. Menurutnya, saat ini banyak platform online travel agent (OTA) yang resmi dan terpercaya yang dapat dimanfaatkan wisatawan.

Ia menyarankan wisatawan tidak hanya menggunakan satu platform OTA saja, melainkan membandingkan beberapa platform sekaligus untuk melihat perbedaan harga maupun informasi yang ditampilkan. Jika ditemukan harga yang terlalu jauh berbeda atau tidak wajar, maka perlu diwaspadai.

“Jika memang ditemukan itu terlalu jauh, kemudian tidak wajar, ya itu dipastikan ee akun di dalam platform online travel agen tersebut tidak bisa dipercaya,” ucapnya saat dikonfirmasi pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Selain melalui OTA, Andhu juga mengingatkan bahwa pemesanan hotel kini banyak dilakukan melalui media sosial seperti TikTok, Instagram dan platform lainnya. Karena itu wisatawan diminta memastikan akun tersebut telah terverifikasi sebelum melakukan transaksi.

Wisatawan juga perlu melakukan verifikasi langsung terhadap properti yang ditawarkan, baik melalui telepon, WhatsApp maupun media komunikasi lainnya untuk memastikan kebenaran informasi yang diberikan. “Dibutuhkan juga kejelian dari wisatawan untuk memverifikasi media sosial terhadap properti yang terdaftar,” ucap Ketua BPC PHRI Sleman tersebut.

Ia menambahkan, salah satu cara paling aman bagi wisatawan yang ingin memesan hotel di Sleman adalah melalui laman resmi PHRI Sleman. Melalui website phri.sleman.com, wisatawan dapat memperoleh informasi lengkap mengenai anggota PHRI Sleman, mulai dari nama hotel, lokasi, nomor kontak hingga layanan pemesanan yang dimiliki masing-masing anggota.

“Melalui website kami, harapannya secara legalitas lebih jelas dan transaksinya lebih terjamin,” ujarnya mengakhiri.

Rekomendasi Berita