Kemenag Subulussalam Seragamkan Standar Ujian Dan Pembelajaran Ramadan
- 11 Feb 2026 21:16 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam : Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Subulussalam menetapkan pedoman khusus pelaksanaan pembelajaran selama Ramadan dan Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Madrasah Tahun Pelajaran 2025/2026. Langkah ini diambil untuk menyeragamkan persepsi seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Kemenag agar tetap menjaga kualitas akademik di tengah suasana ibadah.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Subulussalam, Rabu 11 Februari 2026, ditekankan bahwa pendidikan di bulan suci harus menjadi momentum penguatan karakter. Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) menegaskan bahwa seluruh madrasah wajib memiliki pemahaman regulasi yang sama agar kebijakan pendidikan berjalan linear dan terukur.
Selain aspek teknis pembelajaran, pihak Kemenag menyoroti kedisiplinan administrasi bagi tenaga pendidik. Guru diingatkan untuk mempercepat pembaruan data Program Indonesia Pintar (PIP) dan Simsarpras. Bagi guru bersertifikasi, kewajiban melengkapi bukti kegiatan profesional bulanan menjadi prasyarat mutlak yang tidak boleh diabaikan demi akuntabilitas kinerja.
"Momentum Ramadan ini harus kita manfaatkan sebagai sarana pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia, tanpa mengesampingkan integritas pelaksanaan ujian yang jujur dan transparan," ujar Kasi Pendis dalam arahannya.
Pengawas Madrasah, Aab Syihabuddin, menjelaskan bahwa jadwal belajar efektif selama Ramadan 2026 akan berlangsung selama tiga pekan, terhitung sejak 23 Februari hingga 14 Maret. Meskipun durasi waktu mungkin mengalami penyesuaian, prinsip pembelajaran tetap berjalan normal dengan sentuhan nilai-nilai keagamaan pada setiap mata pelajaran.
Madrasah juga diwajibkan menyusun perangkat pembelajaran khusus Ramadan yang terstruktur. Program pendukung seperti salat dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an, hingga hafalan hadis dan sirah nabawiyah harus menjadi bagian dari aktivitas rutin siswa. Hal ini bertujuan agar waktu luang siswa terisi dengan kegiatan yang produktif secara spiritual dan intelektual.
Terkait teknis Ujian Madrasah, narasumber memaparkan secara mendalam mengenai kesiapan perangkat ujian dan mekanisme pelaksanaan di lapangan. Fokus utama dari sosialisasi POS ini adalah memastikan ujian terselenggara secara tertib dan akuntabel, sehingga hasil evaluasi belajar siswa dapat dipertanggungjawabkan secara objektif.
Pihak pengawas menginstruksikan seluruh guru untuk segera menyiapkan perangkat ajar yang relevan dengan kondisi bulan puasa. Strategi ini diharapkan mampu menjaga ritme belajar siswa agar tidak menurun, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dibandingkan bulan-bulan biasanya.
Melalui standarisasi ini, Kemenag Kota Subulussalam berharap lulusan madrasah tahun ini tidak hanya unggul secara kompetensi sains dan teknologi, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kuat. Keselarasan antara kurikulum nasional dan nilai religi diharapkan menjadi ciri khas yang membedakan kualitas output pendidikan madrasah di Subulussalam.