Waspada Pemanis Buatan! Ini 4 Cara Mengenali Air Tebu Murni
- 05 Mar 2026 16:43 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Aceh Singkil: Berburu takjil menjadi tradisi yang tak terpisahkan bagi masyarakat Kabupaten Aceh Singkil menjelang waktu berbuka puasa. Di tengah beragam pilihan, air tebu tetap menjadi primadona karena kesegarannya yang dipercaya mampu memulihkan energi seketika.
Namun, konsumen diimbau untuk lebih jeli. Tak semua air tebu yang dijajakan di pinggir jalan benar-benar murni. Rasyid, seorang penjual air tebu di Kecamatan Gunung Meriah, berbagi tips agar masyarakat tidak salah pilih dan bisa mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal.
"Air tebu murni itu punya rasa manis yang lembut dan ringan di tenggorokan. Bukan manis tajam yang tertinggal atau bikin serak di pangkal lidah," ujar Rasyid Kamis 5 Maret 2026.
Agar tidak terkecoh, berikut adalah empat ciri utama air tebu murni yang perlu Anda kenali:
1. Perhatikan Warnanya
Langkah pertama adalah melihat visualnya. Air tebu murni biasanya berwarna hijau kekuningan yang agak keruh. Jika Anda menjumpai air tebu yang terlihat terlalu jernih atau justru berwarna hijau menyala, ada kemungkinan air tersebut telah dicampur dengan banyak air atau pewarna tambahan.
2. Cek Konsistensi Rasa
Tebu murni memberikan sensasi manis yang alami dan menyegarkan. Sebaliknya, jika Anda merasakan manis yang "tajam" atau meninggalkan jejak rasa pahit setelah ditelan, itu adalah indikasi kuat penggunaan sirup gula atau pemanis buatan.
3. Amati Proses Penggilingan
Cara paling aman adalah memastikan pedagang menggiling batang tebu langsung di depan Anda. Pastikan batang tebu telah dikupas bersih dan tidak ada bagian yang busuk. Jika pedagang mengambil air dari wadah besar yang sudah jadi tanpa proses giling langsung, kemurniannya patut dipertanyakan.
4. Lihat Gelembung Udara
Air tebu yang baru saja diperas biasanya memiliki sedikit buih atau gelembung udara di bagian atasnya. Buih ini adalah tanda bahwa sari tebu masih sangat segar dan belum mengalami oksidasi lama atau tercampur bahan kimia.
Memilih takjil yang alami bukan sekadar soal pemuas dahaga, melainkan juga upaya menjaga kebugaran tubuh selama menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan. Pastikan Anda melihat langsung proses pemerasannya agar kualitas dan kemurniannya tetap terjamin.