Komunitas Musik Ambon Perkuat Pesan Toleransi dan Kesadaran Lingkungan

  • 24 Feb 2026 19:56 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon – Ekosistem musik di Kota Ambon kini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi telah bertransformasi menjadi pilar penguat nilai-nilai toleransi dan pelestarian lingkungan. Berbagai komunitas, mulai dari musik gereja, musik tradisional, hingga komunitas berbasis lingkungan, kini aktif berkolaborasi lintas latar belakang agama dan suku demi menciptakan harmoni sosial di Maluku.

Keberagaman ini terlihat nyata dalam komunitas musik gereja yang anggotanya kini merangkul berbagai elemen masyarakat tanpa memandang perbedaan keyakinan. Begitu pula dengan komunitas musik tradisional yang terus konsisten melestarikan tarian dan musik asli Ambon sebagai media promosi keberagaman budaya kepada dunia luar.

Ketua Bidang Pengembangan Ambon Reality Musik, Arvi Patinasarane, menyampaikan bahwa musik memiliki peran strategis sebagai bahasa universal untuk menyatukan masyarakat. Menurutnya, komunitas musik saat ini juga mulai bergerak ke isu-isu berkelanjutan dengan menyuarakan pentingnya menjaga alam lewat karya-karya mereka.

“Komunitas musik menggunakan musik sebagai media untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan mempromosikan gaya hidup berkelanjutan,” ujar Arvi saat memberikan keterangan kepada RRI Ambon.

Ia menambahkan bahwa peran komunitas-komunitas ini sangat vital dalam menjaga stabilitas sosial di Ambon. Musik dianggap sebagai alat yang paling efektif dan cair untuk menanamkan nilai-nilai positif secara lebih luas tanpa terkesan menggurui.

“Musik dan toleransi memiliki hubungan yang sangat erat. Musik dapat menjadi alat yang efektif untuk mempromosikan toleransi dan keberagaman,” katanya dalam wawancara tersebut.

Melalui sinergi antar-komunitas ini, Ambon diharapkan tidak hanya dikenal karena kualitas suara penyanyinya, tetapi juga karena karakter masyarakatnya yang inklusif. Gerakan musik berbasis lingkungan dan toleransi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mengelola potensi seni untuk kemajuan daerah.

Rekomendasi Berita