Perluas Literasi melalui Media Sosial, Ini yang Dilakukan Komunitas Timur Menulis
- 11 Mar 2026 06:46 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Perkembangan teknologi digital turut dimanfaatkan oleh komunitas literasi untuk memperluas jangkauan kegiatan mereka. Salah satunya adalah Komunitas Timur Menulis di Kota Ambon yang aktif menggunakan media sosial sebagai sarana membangun jejaring literasi.
Menurut perwakilan Komunitas Timur Menulis, Firda Umarela, media sosial menjadi sarana penting untuk memperkenalkan berbagai program literasi yang mereka lakukan kepada masyarakat luas.
“Setiap kegiatan komunitas selalu dipublikasikan melalui platform Instagram agar masyarakat dapat mengetahui aktivitas yang dilakukan, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Firda.
Menurut Firda, publikasi kegiatan secara konsisten juga menjadi bagian dari strategi membangun identitas komunitas agar semakin dikenal oleh masyarakat, khususnya generasi muda yang aktif di media sosial. “Media sosial sangat membantu dalam memperluas jaringan. Dari situ banyak orang mengetahui kegiatan kami, bahkan ada yang langsung menghubungi untuk bergabung atau berkolaborasi,” tambahnya.
Selain kelas literasi yang rutin digelar di sekolah, Komunitas Timur Menulis juga kerap berkolaborasi dengan berbagai lembaga. Salah satu kegiatan yang rutin mereka ikuti adalah festival literasi Jazirah Literasi Ambon, di mana komunitas dipercaya mengisi program Jazirah Dongeng. Kegiatan ini menekankan pentingnya mendongeng bagi anak-anak sebagai cara menumbuhkan minat baca sejak usia dini.
Firda menambahkan, selain memperkenalkan literasi kepada masyarakat, komunitas tersebut juga tengah mempersiapkan penerbitan buku antologi karya siswa yang mengikuti kelas literasi sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas generasi muda. Buku ini diharapkan menjadi sarana dokumentasi sekaligus inspirasi bagi anak-anak muda lainnya untuk menulis dan berkarya.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Komunitas Timur Menulis berharap literasi tidak hanya dipahami sebagai kegiatan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi bagian dari budaya belajar dan kreativitas masyarakat. Dengan dukungan media sosial, mereka optimis gerakan literasi ini dapat menjangkau lebih banyak orang, termasuk daerah-daerah lain di Maluku, sekaligus memperkuat jejaring komunitas literasi lokal.