Juklele Hatuhena Voice, Harmoni Musik dan Kebersamaan Anak
- 23 Sep 2025 12:25 WIB
- Ambon
KBRN,Ambon: Komunitas vokal dan musik akustik Juklele Hatuhena Voice terus mencuri perhatian publik dengan penampilan mereka yang sederhana namun sarat makna. Kelompok ini menggabungkan kekuatan vokal anak-anak dan remaja dengan alunan ukulele khas mereka yang menciptakan harmoni yang tak hanya enak didengar, tetapi juga menyentuh hati.
Lebih dari sekadar kelompok musik, Juklele Hatuhena Voice menjadi ruang kolaborasi antara pelatih, anak-anak, dan orang tua dalam membangun kepercayaan diri, memperkuat nilai budaya, dan menciptakan kebersamaan lintas generasi.
Pelatih Juklele Hatuhena Voice, Theofilio Glorio Lattu, menceritakan bahwa komunitas ini lahir dari kepeduliannya terhadap potensi anak-anak di Jemaat GPM Nazareth Karang Panjang, yang selama ini belum mendapat ruang untuk berekspresi.
“Kami ingin menciptakan wadah di mana anak-anak bisa berkembang lewat musik. Ukulele jadi alat yang sederhana tapi kuat, dan suara mereka adalah kekuatan utama,” ungkapnya dalam acara NGOBRAS Pro1, Senin (22/9/2025).
Dimulai dari latihan kecil-kecilan di rumah, kini Juklele Hatuhena Voice telah tampil di berbagai kegiatan komunitas, gereja, sekolah, kecamatan, Kota, hingga undangan resmi di tingkat Provinsi.
Salah satu kekuatan utama komunitas ini adalah keterlibatan aktif para orang tua. Mereka tak hanya mendampingi anak-anak saat latihan dan tampil, tetapi juga menjadi bagian dari proses tumbuhnya semangat dan kepercayaan diri anak-anak.
“Kami tidak hanya melihat anak kami menyanyi, tapi kami melihat mereka tumbuh jadi pribadi yang lebih berani dan bertanggung jawab,” ujar Merly Nanlohy, salah satu orang tua anggota dengan bangga.
Kebersamaan ini menciptakan iklim yang positif, di mana musik menjadi jembatan antara keluarga, pelatih, dan anak-anak.
Para personil Juklele Hatuhena Voice, yang sebagian besar masih duduk di bangku sekolah dasar dan menengah, mengaku merasa lebih percaya diri sejak bergabung. Mereka belajar teknik vokal, bermain ukulele hingga tampil di depan umum, sesuatu yang sebelumnya mereka anggap menakutkan.
“Awalnya kami malu. Tapi sekarang kami sudah bisa tampil di depan banyak orang. Musik bikin kami senang dan berani,” ujar Evania Titioka, salah satu personil remaja.
Tidak hanya membawakan lagu-lagu rohani dan populer, mereka juga membawakan lagu-lagu daerah yang diaransemen ulang dengan nuansa akustik khas mereka.
Harmoni yang dihadirkan oleh Juklele Hatuhena Voice bukan hanya terdengar dalam nyanyian mereka, tetapi juga terasa dalam semangat kebersamaan yang mereka bangun. Setiap penampilan bukan hanya pertunjukan, tetapi juga perayaan atas kerja keras, cinta budaya, dan dukungan yang solid dari semua pihak.