Touring Bukan Sekadar Gaya Hidup Versi Topgan Ambon

  • 25 Okt 2025 13:17 WIB
  •  Ambon

KBRN,Ambon: Program Ngobrol Bareng Komunitas (Ngobras) Pro1 RRI Ambon menghadirkan kisah inspiratif dari tiga anggota komunitas Topgan (Ambon Touring Addiction) dalam tema Touring Bukan Sekadar Gaya Hidup.

Acara yang digelar di Studio Pro1 RRI Ambon, Sabtu (24/10), ini menyoroti semangat persaudaraan, solidaritas, dan petualangan lintas daerah bahkan lintas negara, dari para rider asal Ambon ini.

Tiga narasumber dalam acara tersebut adalah Wiwik Panjaito, Murti Putra Melayu dan Fardy Saban. Ketiganya berbagi kisah tentang bagaimana hobi touring telah membentuk karakter, solidaritas, dan rasa cinta terhadap daerah.

Dalam sesi awal, Wiwik Panjaito menjelaskan bahwa Topgan berdiri atas dasar kecintaan terhadap touring, bukan semata gaya hidup.

“Banyak yang lihat touring itu cuma soal motor dan jalan-jalan. Padahal di baliknya ada nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan kepedulian,” ujar Wiwik.

Sementara itu, Murti Putra Melayu mengisahkan pengalaman luar biasa saat dirinya ikut touring lintas negara hingga ke Brunei Darussalam, melewati berbagai kota besar di Indonesia dan Malaysia.

“Itu pengalaman tak terlupakan. Dari Ambon kami berangkat dengan semangat, menempuh ribuan kilometer, dan akhirnya bisa sampai di Brunei. Di situ saya belajar arti sejati dari persaudaraan rider, bahwa semangat di jalan bisa menyatukan banyak orang tanpa batas negara,” kenangnya.

Sedangkan Fardy Saban, yang aktif mendokumentasikan setiap perjalanan komunitas, menambahkan bahwa kegiatan touring Topgan tidak hanya untuk kesenangan semata, tapi juga untuk kegiatan sosial dan promosi wisata Maluku.

“Kami sering touring sambil berbagi, entah itu ke panti asuhan, kegiatan bakti sosial, atau sekadar memperkenalkan keindahan Maluku lewat foto dan video. Kami ingin tunjukkan bahwa Maluku punya potensi luar biasa,” ungkap Fardy.

Acara Ngobras berlangsung hangat dan penuh inspirasi. Para pendengar Pro1 RRI Ambon memberikan apresiasi atas dedikasi komunitas Topgan yang menjadikan touring bukan sekadar perjalanan, tetapi juga perjalanan hati dan semangat membangun citra positif Ambon di kancah nasional bahkan internasional.

”Touring bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, tapi siapa yang paling banyak memberi arti di sepanjang perjalanan,” tutup Wiwik di akhir sesi.

Rekomendasi Berita