Kuliah UM Maluku Soroti Krisis Global dan Masa Depan Pertanian Berkelanjutan
- 05 Mar 2026 07:22 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku) sukses menyelenggarakan Kuliah Pakar dengan menghadirkan akademisi terkemuka, Prof. Dr. Ranita Rope, M.Sc., yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU). Bertempat di Aula Rektorat Lantai 3, kegiatan ini mengusung tema krusial: "Krisis Global Ganda & Masa Depan Pertanian Berkelanjutan.", Rabu, 4 Maret 2026.
Acara ini merupakan bentuk implementasi nyata dari sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin antara UM Maluku dan UMMU sebagai sesama Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
Wakil Rektor I UM Maluku, Dr. Andi Thamrin, SP., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama antar-kedua institusi ini melampaui urusan administrasi dan silaturahmi. Dalam arahannya, Andi Thamrin menekankan pentingnya mendorong ekosistem kolaborasi terbuka.
"Kedepannya, kita bisa melakukan kerja sama lintas disiplin ilmu dan aplikatif. Pertukaran sumber daya intelektual serta fasilitas menjadi kunci untuk menciptakan standar inovasi yang lebih tinggi dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan," tegasnya Andi Thamrin.
Ia juga menambahkan bahwa pemahaman mengenai ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab mahasiswa Pertanian. Mahasiswa Perikanan memegang kunci protein hewani, mahasiswa Kehutanan menjaga ekosistem sumber air, hingga mahasiswa FKIP yang berperan krusial dalam mengedukasi literasi pangan kepada generasi mendatang.
Sementara itu, dalam pemaparan materi kuliah pakar, Prof. Dr. Ranita Rope menekankan bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan ganda, tekanan ekonomi global dan perubahan iklim yang ekstrem. Ia mendorong mahasiswa untuk memiliki standar, agar mampu bertahan di masa krisis.
"Jangan berhenti bergerak. Kita harus punya standar agar bisa bertahan. Jika kita tidak memikirkan masa depan pertanian sekarang, negara lain seperti Jepang sudah jauh melangkah dengan berbagai uji coba," ungkap Prof. Ranita.
Rektor perempuan pertama di UMMU ini juga mengingatkan bahwa, keterlibatan mahasiswa dalam isu pangan dan lingkungan adalah bentuk investasi nyawa bagi masa depan. Pertanian masa depan, menurutnya, bukan sekadar soal produktivitas, melainkan cara memberi makan dunia tanpa merusak bumi.
Penyelenggaraan kuliah pakar ini menjadi bukti nyata komitmen UM Maluku dalam mewujudkan slogan "Diktisaintek Berdampak." Dengan menghadirkan pakar di bidangnya, UM Maluku berharap dapat mencetak lulusan yang peka terhadap masalah global dan mampu memberikan solusi nyata bagi kemajuan wilayah Maluku.
Kegiatan ini diikuti dengan antusias yang tinggi oleh mahasiswa dan dosen dari berbagai program studi, yang secara aktif berdiskusi mengenai cakrawala ketahanan pangan dan isu lingkungan demi kedaulatan pangan di masa depan.