HIV/AIDS di Ambon dan Penanganannya ala YPDKS
- 12 Mar 2026 14:08 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya Se-Sulawasi Selatan (YPDKS) melakukan pertemuan bersama tokoh agama di kota ambon, Perwakilan Kementrian Agama, Dinas Kesehatan Kota Ambon, Dinas kesehatan Provinsi Maluku, serta perwakilan Majelis Ulama Indonesia Maluku Rabu, 11 maret 2026 di ruang namlea Swissbell Hotel Ambon. Kegiatan yang dilaksanakan sejak pukul 09.00 WIT itu berfokus pada beberapa materi penting yang terjadi di masyarakat, terkhususnya HIV/AIDS di kota Ambon.
HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit yang tergolong mendiskriminasi penderitanya orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Perwakilan tokoh agama dalam hal ini hindu, Budha, Khatolik, Kristen Protestan, dan Islam juga sangat mengapresiasi program yang dicanangkan YPDKS ini. Pemerintah negeri passo yang turut hadir dalam kegiatan tersebut sesuai dengan surat masuk, merupakan salah satu partner bersama Yayasan PDKS, dalam menangani masalah diskriminasi penderita HIV/AIDS di Kota Ambon.
Pemerintah Negeri Passo yang turut hadir dalam kegiatan ini melalui Kepala Urusan Perencanaan Negeri Passo, Richardo Marwa kepada RRI usai kegiatan di swissbell hotel ambon mengatakan, Pemerintah negeri Passo akan terus mendukung program skrening yang dilakukan, upaya ini harus terus digencar agar dapat mengetahui angka HIV/ADIS khususnya di Negeri Passo, serta dapat mengambil langkah-langkah awal sebagai pengobatan bagi penderita, sehingga diharapkan Passo dapat terbebas dari penyakit mematikan ini. “Pemerintah Negeri Passo akan terus mendukung program Skrening yang dilakukan di Negeri Passo agar dapat mengetahui angka HIV/AIDS di Negeri Passo juga dapat melakukan Pengobatan bagi penderita HIV/AIDS sehingga Negeri Passo di Tahun yang akan datang dapat bebas dari penyakit Tersebut "ujarnya.
Selain itu, Marwa Menambahkan, Pemerintah Negeri Passo sangat mendukung Pencegahan Penyakit HIV/AIDS, dengan selalu melakukan Patroli di Lingkungan Masyarakat dan terlebih fokus kepada Masyarakat yang tinggal di Rumah Kos yang ada di Negeri Passo, karena menurutnya pelaku Seks bebas ini berawal dari pengunjung kos terutama anak muda yang datang dari Luar Negeri Passo. "pernah kami temukan di kamar kos daerah sekitaran ACC Passo itu wanitanya berasal dari luar ambon, sehingga kami mengharuskan wanita tersebut melapor ke RT untuk dapat diketahui keberadaan wanita tersebut dan sampai sekarang sudah mulai berkurang penduduk yang tidak ber-KTP/Domisili Negeri Passo” Tambahnya.
Dirinya berharap, dengan adanya dukungan dari Yayasan PDKS kepada pemerintah setempat ini dapat memaximalkan upaya pencegahan terhadap HIV/AIDS, serta pengobatan bagi para penderita HIV/AIDS yang sudah terindikasi sehingga dapat mengurangi angka penyakit tersebut di Negeri Passo maupun di Kota Ambon.