Gula Aren Banda Jadi Ciri Khas Bandink Coffee

  • 30 Jan 2026 12:57 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon – Gula aren Banda menjadi salah satu bahan utama yang membedakan produk Bandink Coffee (Banda Drink) dengan kopi lainnya. Pemuda asal Banda Neira, Irsham Baharudin, mengungkapkan bahwa gula aren yang digunakannya diproduksi langsung di Banda Neira dan memiliki cita rasa khas yang tidak ditemukan pada gula aren dari daerah lain.

Dalam obrolan program Muda Kreatif Pro2 RRI Ambon, Kamis, 29 Januari 2026, Irsham menjelaskan bahwa gula aren Banda memiliki karakter rasa yang lebih kuat (strong) dan khas karena berasal dari pohon aren lokal serta diolah dengan cara tradisional.

“Gula aren Banda itu punya rasa yang beda. Lebih kuat dan aromanya khas, makanya cocok dipadukan dengan kopi,” ujar Irsham.

Ia menambahkan, proses produksi gula aren Banda hingga saat ini masih dilakukan secara sangat tradisional, mulai dari penyadapan nira hingga pengolahan menjadi gula. Proses tersebut memerlukan waktu dan tenaga yang tidak sedikit, sehingga jumlah produksi masih terbatas.

Selain itu, Irsham menyebut bahwa jumlah produsen gula aren Banda kini semakin berkurang. Sebagian besar perajin gula aren merupakan orang-orang tua, sementara generasi muda belum banyak yang tertarik melanjutkan proses produksi tersebut.

“Ini jadi tantangan tersendiri. Prosesnya lama, capek, dan butuh kesabaran. Anak muda sekarang belum banyak yang mau terjun ke situ,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Irsham dalam mengembangkan bisnis kopinya ke depan, terutama terkait ketersediaan bahan baku. Ia mengakui, jika pasokan gula aren Banda belum maksimal, pengembangan skala usaha Bandink Coffee juga perlu dilakukan secara bertahap.

Meski demikian, Irsham melihat hal ini sebagai peluang jangka panjang. Ia berharap, kehadiran Bandink Coffee dapat membuka kesadaran akan pentingnya melestarikan produksi gula aren Banda, sekaligus mendorong regenerasi perajin agar bahan baku lokal tetap terjaga.

Melalui usaha yang dirintisnya, Irsham tidak hanya ingin menjual kopi, tetapi juga memperkenalkan nilai di balik setiap bahan yang digunakan, mulai dari kerja keras petani hingga kekayaan rasa khas Banda Neira.

Catatan Nugroho Prasetyo

Rekomendasi Berita