Pariwisata Budaya Dorong Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan
- 17 Des 2025 05:50 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Pariwisata budaya dinilai menjadi salah satu penggerak utama pembangunan perkotaan berkelanjutan di berbagai negara dan kota dunia. Hal ini disampaikan Direktur AMO, Ronny Loppies, dalam ulasannya yang merujuk pada Laporan Sekretariat UNESCO Creative Cities Network (UCCN) terkait pariwisata berkelanjutan.
Ronny Loppies menjelaskan, pariwisata budaya mencakup pengalaman terhadap warisan budaya berwujud dan tak berwujud, mulai dari situs sejarah, kerajinan, bahasa, musik, seni pertunjukan, hingga kuliner dan festival.
Mengacu pada UN Tourism, sektor ini menyumbang sekitar 40 persen dari total pariwisata global dan menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat.
Menurut Ronny Loppies, Direktur AMO, kota-kota memiliki posisi strategis sebagai pusat pariwisata budaya karena menjadi ruang bertemunya warisan, kreativitas, teknologi, dan kehidupan sosial masyarakat.
Jika dikelola dengan baik, pariwisata budaya dapat mendorong penciptaan lapangan kerja, regenerasi kawasan perkotaan dan pedesaan, serta pelestarian warisan budaya dan alam.
Namun demikian, Ronny menegaskan bahwa pertumbuhan pariwisata juga harus diimbangi dengan perencanaan dan tata kelola yang kuat. Tekanan terhadap infrastruktur, lingkungan, dan kehidupan sosial masyarakat lokal dapat terjadi apabila pengembangan pariwisata tidak melibatkan komunitas dan lintas sektor secara optimal.
Ia menambahkan, pemerintah daerah perlu menyusun kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang berkelanjutan melalui kolaborasi antara sektor publik, swasta, dan komunitas.
Pendekatan ini sejalan dengan agenda global, termasuk penetapan Tahun Internasional Pariwisata Berkelanjutan dan Tangguh 2027 oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Pariwisata perkotaan yang didorong oleh budaya harus menjadi bagian sentral kebijakan pembangunan kota untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya menciptakan kota yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan,” ujar Ronny Loppies, Direktur AMO.
Ia berharap integrasi budaya dalam kebijakan pariwisata dapat memperkuat kohesi sosial, meningkatkan kesadaran wisatawan, serta memastikan manfaat pariwisata dirasakan secara adil oleh masyarakat lokal.